Rendah Kesadaran Kelola Sampah Jadi Tantangan Pemerintah

  • 09 Apr 2026 13:46 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Walikota Kupang dr. Christian Widodo bertempat di Ruang kerjanya, Rabu 8 April 2026 menerima audiens Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina. Kegiatan audiens tersebut dalam rangka mendorong pembenahan sistem pengelolaan sampah.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan kesiapan penuh Pemerintah Kota Kupang untuk bertransformasi dan menjawab tantangan tersebut. “Kami sadar, membangun sistem pengelolaan sampah bukan pekerjaan instan," katanya.

"Tapi kami punya komitmen kuat. Kami mulai dari nol, membangun roadmap yang jelas, dari hulu ke hilir,” kata dr. Christian Widodo, Rabu 8 April 2026.

Ia menjelaskan, Kota Kupang saat ini memproduksi sekitar 267 ton sampah per hari. Untuk itu, Pemkot telah merancang sistem pengelolaan berbasis wilayah, dengan target setiap kecamatan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sehingga hanya residu yang dibuang ke TPA.

“Kami tidak mau lagi hanya memindahkan sampah dari satu titik ke titik lain. Harus ada pengolahan. Target kami, hanya 15 persen residu yang masuk ke TPA,” ucapnya.

Selain itu, berbagai inovasi juga telah dilakukan, mulai dari pembentukan Satgas Penanganan Sampah, pengaturan jam buang sampah, penyediaan ratusan kontainer, hingga lomba kebersihan antar kelurahan dengan insentif program senilai hingga Rp1 miliar. Diakui, tantangan terbesar masih terletak pada kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Mengubah kebiasaan itu tidak mudah, tapi kami tidak akan berhenti. Edukasi terus kami lakukan, dari sekolah, gereja, hingga tingkat RT,” ujarnya.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Kota Kupang kini berada di jalur yang tepat untuk bertransformasi menjadi kota percontohan pengelolaan sampah di NTT, bahkan berpotensi menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (humas/anna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....