Prosesi Jalan Salib Warisan Iman Bagi Pemuda GMIT
- 06 Apr 2026 13:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Ketua Majelis Klasis GMIT Kota Kupang, Pdt. Delviana K. Poych Snae, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa, prosesi Jalan Salib merupakan warisan iman yang berharga dari generasi pemuda sebelumnya yang terus dijaga hingga saat ini. Ketika memimpin Prosesi Jalan Salib, Ketua Majelis Klasis GMIT Kota Kupang, Pdt. Delviana K. Poych Snae menegaskan bahwa kegiatan prosesi jalan Salib bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari panggilan gereja untuk menjadi komunitas misioner yang hadir di tengah dunia sebagai garam dan terang.
Menurutnya, pelaksanaan Jalan Salib memiliki lima makna penting, di antaranya sebagai sarana refleksi teologis di tengah derasnya arus informasi dan dominasi media sosial. “ Melalui prosesi ini, umat diajak tidak hanya membaca kisah Alkitab, tetapi juga mengalami secara visual penderitaan Kristus, sehingga iman menjadi lebih hidup dan kontekstual,” kata Pdt Delviana Poych Snae, Kamis 2 Maret 2026.
Lebih lanjut, Ketua Majelis Klasis GMIT Kota Kupang, Pdt. Delviana K. Poych Snae, menambahkan bahwa prosesi ini juga menjadi bentuk kesaksian iman di ruang publik, sekaligus wadah membangun persekutuan dan kebersamaan lintas elemen. “Di sisi lain, Jalan Salib menjadi momentum transformasi hidup, mengajak umat untuk bertobat, memulihkan diri, serta membangun integritas dan keteladanan di tengah berbagai tantangan kehidupan,” ucapnya.
Prosesi Jalan Salib Ke-X ini dilaksanakan dalam 10 etape yang melintasi sejumlah gereja GMIT di Kota Kupang. Rute prosesi dimulai dari kawasan Taman Nostalgia Kupang, kemudian melewati GMIT Kota Baru, GMIT Pniel Oebobo, GMIT Kefas Oetete, GMIT Koinonia Kupang, GMIT Syalom Kupang, GMIT Kemah Ibadat Airnona, GMIT Rehobot Bakunase, GMIT Hosana Batuplat, dan berakhir di GMIT Pohonitas Manulai II sebagai titik akhir perenungan. (humas/anna).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....