Membangun Kolaborasi Lintas Lembaga Hadapai Tantangan

  • 01 Apr 2026 13:11 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Untuk membangun kolaborasi Lintas lembaga dalam menghadapi tantangan, Kepala Satgaswil densus 88 Kombespol Beni Kusworo melakukan silaturahmi dengan Kepala Kantor wilayah Kementrian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Fransiskus Kariyanto. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan langkah nyata membangun kolaborasi lintas lembaga dalam menghadapi tantangan bersama, khususnya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Dalam suasana dialog yang terbuka, kedua pihak membahas rencana kerja sama strategis yang tidak hanya berorientasi pada penanganan, tetapi juga pencegahan melalui pendekatan edukatif dan humanis di tengah masyarakat. Fransiskus Kariyanto menegaskan bahwa upaya menjaga kerukunan umat beragama tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antar lembaga.

“Kerukunan adalah fondasi utama kehidupan berbangsa. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting agar kita tidak hanya merespons persoalan, tetapi juga mencegahnya sejak dini,” kata Fransiskus Kariyanto, Senin 30 Maret 2026.

Ia juga menekankan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran moderasi beragama melalui pendidikan, penyuluhan, dan pendekatan kultural yang menyentuh hati masyarakat. Sementara itu, Kombespol Beni Kusworo menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Kemenag NTT.

Menurutnya, pendekatan keamanan perlu berjalan beriringan dengan pendekatan sosial dan keagamaan agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa pencegahan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Perlu ada sentuhan nilai, edukasi, dan kerja sama dengan tokoh agama serta institusi seperti Kemenag,” ujarnya.

Momentum pertemuan ini juga menjadi semakin bermakna karena berlangsung dalam suasana menjelang Hari Raya Paskah 2026. Selain membahas isu strategis, silaturahmi yang terjalin turut memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif di NTT.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat, sekaligus menjaga harmoni di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan Nusa Tenggara Timur.(humas/anna).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....