Tani Merdeka Rote Ndao Dorong Petani Muda Kembangkan Hortikultura

  • 11 Mar 2026 10:32 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Organisasi Masyarakat (Ormas) Tani Merdeka Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Rote Ndao bentukan Partai Gerindra mendorong generasi muda mengembangkan pertanian hortikultura. Langkah ini juga untuk mendukung pasokan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rote Ndao.

Ketua Ormas Tani Merdeka DPC Rote Ndao sekaligus anggota DPRD Rote Ndao dari Fraksi Partai Gerindra, Firlot Pellokila, bersama anggota DPRD Provinsi NTT juga dari Fraksi Gerindra, Yan Piter Windy, menggelar diskusi bersama kepala desa se-Kecamatan Rote Tengah. Diskusi berlangsung di Cafe Sunset Pantai Telindale, Selasa 10 Maret 2026.

Pertemuan tersebut membahas strategi menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Fokus utama diarahkan pada pengembangan pertanian hortikultura atau tanaman sayur-sayuran sebagai peluang ekonomi baru.

Dalam forum itu, para kepala desa juga diajak mendorong masyarakat membentuk kelompok tani yang menyasar petani muda. Kelompok tersebut nantinya akan dilibatkan dalam perlombaan pertanian hortikultura yang akan digelar oleh Ormas Tani Merdeka Rote Ndao.

Anggota DPRD Provinsi NTT Yan Piter Windy menilai sektor hortikultura memiliki potensi besar bagi generasi muda di daerah. Menurutnya, pertanian sayur tidak hanya meningkatkan ekonomi petani, tetapi juga mendukung ketahanan pangan lokal.

“Generasi muda harus mulai melihat pertanian hortikultura sebagai peluang. Selain memberi penghasilan, sektor ini bisa mendukung kebutuhan pangan daerah,” ujar Yan Piter Windy.

Sementara itu, Firlot Pellokila menegaskan program tersebut penting untuk memperkuat kemandirian pangan daerah. Ia memastikan Ormas Tani Merdeka siap membantu petani yang membutuhkan alat dan bibit.

“Kami siap membantu petani dengan alsintan dan bibit sayuran agar mampu memasok kebutuhan dapur MBG di Rote Ndao,” kata Firlot Pellokila. Firlot menjelaskan selama ini kebutuhan sayuran untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Rote Ndao masih terbatas.

Sebagian besar pasokan sayur masih didatangkan dari Kota Kupang dan daerah sekitarnya. Kondisi tersebut dinilai berisiko pembagian MBG ke penerima manfaat tidak berjalan terutama saat cuaca ekstrem, ketika kapal tidak berlayar sehingga distribusi bahan pangan terhambat.

Karena itu, penguatan produksi hortikultura lokal dinilai menjadi solusi jangka panjang. Ormas Tani Merdeka berharap langkah ini mampu melahirkan lebih banyak petani muda Rote Ndao yang sukses di sektor hortikultura.

Dengan demikian, kebutuhan sayuran bagi dapur MBG dapat dipenuhi langsung dari hasil produksi petani lokal. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....