Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pastori Jemaat Hosana Sungkaen
- 10 Mar 2026 12:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pastori II sekaligus kegiatan tali kasih Jemaat GMIT Hosana Sungkaen, Klasis Kota Kupang Timur. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, Wakil Ketua Majelis Jemaat GMIT Hosana Sungkaen Pdt. Ni Suwerti Ralahalo, S.Th., Anggota DPRD Provinsi NTT Filmon Loasana, Anggota DPRD Kota Kupang Keny Sau, Pelaksana Tugas Camat Maulafa Imanuel Uly, Lurah Naimata Hendrik Banunaek, serta para majelis jemaat dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan bahwa pembangunan rumah pastori bukan sekadar pembangunan fisik sebuah bangunan, melainkan simbol penguatan pelayanan gereja serta wujud kasih dan pengabdian kepada Tuhan dan sesama. " Rumah pastori ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi simbol dari pondasi pelayanan dan kasih. Momen ini menjadi tanda dimulainya pengabdian dalam pelayanan kepada Tuhan sekaligus pelayanan kepada sesama,” kata dr.Christian Widodo, Senin (9/3/2026).
Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Kupang menyampaikan komitmennya untuk membantu pembangunan pastori tersebut melalui usulan bantuan sebesar Rp50 juta yang akan diupayakan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026. Menurutnya, Kota Kupang saat ini masuk dalam 10 kota paling toleran di Indonesia dan juga menerima penghargaan sebagai kota damai dan inklusif dari Menteri Dalam Negeri. Karena itu, apa pun agama kita, mari kita bersama-sama menjaga Kota Kupang agar tetap menjadi rumah bersama yang aman dan nyaman bagi semua,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, dalam refleksi pelayanannya menyampaikan bahwa pembangunan Pastori II merupakan wujud keberanian iman jemaat di tengah berbagai keterbatasan. “Hari ini kita tidak hanya melakukan seremoni peletakan batu, tetapi kita sedang menuliskan kisah kesetiaan. Di tengah dunia yang sering menghitung untung rugi, jemaat ini justru menghitung berkat dan penyertaan Tuhan,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah jemaat membangun pastori tambahan dalam waktu yang relatif singkat menunjukkan semangat pelayanan dan kebersamaan yang hidup dalam persekutuan jemaat. Pembangunan Pastori II tersebut diharapkan dapat menjadi rumah pelayanan bagi para hamba Tuhan sekaligus memperkuat kehidupan persekutuan jemaat serta menjadi kesaksian iman bagi generasi mendatang. (humas/anna).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....