Wagub Johni Asadoma Tinjau Kapal Pemprov NTT yang Karam
- 07 Mar 2026 06:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma meninjau langsung dua kapal milik Pemerintah Provinsi NTT yang karam di pesisir pantai depan Gua Monyet, Kecamatan Alak, Kota Kupang Rabu, 4 Maret 2026.
Dua kapal feri milik Pemprov NTT tersebut yakni KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu yang sebelumnya diparkir di Pelabuhan Hansisi, Pulau Semau, Kabupaten Kupang.
Kedua kapal dilaporkan hanyut akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah NTT dalam beberapa hari terakhir. Kapal terbawa arus laut dari Pelabuhan Hansisi pada Senin, 2 Maret 2026 dan kemudian ditemukan karam di pesisir pantai depan Gua Monyet pada Selasa, 3 Maret 2026.
Cuaca buruk berupa hujan deras, angin kencang, serta gelombang laut tinggi diduga menjadi penyebab terlepasnya jangkar kapal hingga akhirnya kapal terbawa arus laut.
Dalam peninjauan tersebut, Wagub Johni Asadoma didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTT, di antaranya Kepala Dinas Perhubungan NTT Mahadin Sibarani, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT Alexon Lumba, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT Selfi Nange, serta Kepala Biro Umum Setda NTT Agustinus Sigasare.
Wagub Johni Asadoma mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi kedua kapal yang saat ini terdampar di pesisir pantai.
“Kami datang ke sini untuk melihat langsung kondisi kedua kapal ini. Kapal ini sebenarnya diparkir di Hansisi, tetapi karena angin kencang beberapa hari lalu sehingga jangkar kapal putus dan terbawa arus sampai ke sini,” ucap Johni Asadoma kepada RRI.CO.ID.
Ia menjelaskan, beruntung kapal tersebut terdampar di pesisir pantai. Jika kapal terbawa hingga ke perairan Samudra Hindia, kemungkinan besar keberadaannya akan sulit dilacak.
“Syukurnya kapal ini terdampar di pantai ini. Kalau sampai terbawa ke Samudra Hindia tentu kita akan kesulitan menemukan jejaknya,” kata Johni Asadoma.
Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah provinsi akan melakukan asesmen terhadap kondisi kedua kapal setelah kondisi cuaca kembali normal.
Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah kapal masih memungkinkan untuk diperbaiki dan dioperasikan kembali atau justru dialihkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
“Kalau laut sudah tenang, kita akan melakukan asesmen. Nanti dilihat apakah kapal masih bisa dioperasikan kembali, disewakan kepada pihak ketiga, atau bahkan dijual,” jelasnya.
Ia mengakui kondisi kapal saat ini cukup memprihatinkan karena mengalami sejumlah kerusakan, termasuk bagian lambung kapal yang telah bocor.
Pemerintah Provinsi NTT juga mempertimbangkan kemungkinan menyewakan atau melelang kapal tersebut kepada pihak ketiga agar dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Menurut Johni Asadoma, jika kapal-kapal tersebut dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, maka anggaran yang diperoleh dapat digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah.
Program tersebut antara lain yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat, termasuk pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting di wilayah NTT.
Selain dua kapal tersebut, Pemerintah Provinsi NTT juga masih memiliki tiga kapal lainnya, yakni Kapal Baswara 1, Kapal Baswara 2, serta Kapal Sasando.
Ke depan, pemerintah provinsi akan mengkaji pemanfaatan seluruh aset kapal tersebut, baik melalui skema penyewaan maupun penjualan kepada pihak ketiga. (Andry Iskandar)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....