BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan NTT

  • 05 Mar 2026 17:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Maritim Tenau mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur yang diprakirakan terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026.

“Diprakirakan gelombang laut kategori tinggi dengan ketinggian lebih dari 2,5 hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan NTT. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran dan perikanan di wilayah tersebut,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang Kamis, 5 Maret 2026.

Yandri mengungkapkan sejumlah perairan yang berpotensi terdampak antara lain Selat Sumba bagian barat, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Kupang–Rote, serta Perairan Selatan Timor–Rote.

“Selain gelombang tinggi, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut. Kecepatan angin diprakirakan berkisar antara 8 hingga 45 knot yang dapat memicu peningkatan tinggi gelombang laut,” tambahnya.

Kondisi ini juga dipengaruhi oleh adanya tiga bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia dan Australia. Sistem tersebut berpotensi memengaruhi dinamika cuaca di wilayah NTT.

Bibit Siklon Tropis 90S terpantau berada di Samudera Hindia selatan Jawa Timur dan bergerak ke arah timur. Sistem ini memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

“Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S berada di Samudera Hindia bagian barat Australia dan Bibit Siklon Tropis 92P berada di daratan Australia bagian utara. Kedua sistem ini juga memiliki peluang sedang berkembang menjadi siklon tropis,” lanjutnya.

Ia menjelaskan ketiga bibit siklon tropis tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan sedang hingga sangat lebat serta peningkatan kecepatan angin di wilayah NTT.

Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, diimbau tetap waspada serta memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....