Prediksi Cuaca Tiga Harian di NTT

  • 05 Mar 2026 17:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 5-7 Maret 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Kepala Stasiun Meteorologi, Sti Nenot’ek di Kupang, Kamis 5 Maret 2026 menjelaskan terdapat dinamika atmosfer skala regional yang memengaruhi kondisi cuaca di NTT. “Fenomena tersebut antara lain menguatnya Monsun Asia, La Nina lemah, gelombang atmosfer Low, Madden-Julian Oscillation (MJO), Kelvin, serta aktifnya gelombang Equator Rossby,” ujar Sti.

Ia menambahkan kombinasi berbagai fenomena atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di wilayah NTT. Kondisi ini dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang.

“Berdasarkan pantuan adanya tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan Australia. Sistem tersebut diperkirakan turut memengaruhi dinamika cuaca di wilayah NTT dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Bibit Siklon Tropis 90S terpantau berada di Samudera Hindia selatan Jawa Timur dan bergerak ke arah timur dengan peluang sedang berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Sementara Bibit Siklon Tropis 93S berada di Samudera Hindia barat Australia.

“Selain itu terdapat Bibit Siklon Tropis 92P yang berada di daratan Australia bagian utara dan bergerak ke arah barat. Ketiga bibit siklon tropis ini berpotensi memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah NTT,” ujar Sti.

BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.

Masyarakat di seluruh wilayah NTT diimbau tetap waspada dan terus memantau informasi resmi cuaca dari BMKG. Langkah antisipasi dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....