Gelombang Tinggi Ancam Sejumlah Perairan NTT

  • 04 Mar 2026 05:17 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur yang berlaku pada Rabu, 4 Maret 2026. Peringatan ini ditujukan bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir.

“Diprakirakan gelombang kategori tinggi dengan ketinggian lebih dari 2,5 hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan strategis. Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya kapal berukuran kecil,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Perairan Selatan Alor–Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Utara Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Perairan Selatan Sabu–Raijua, serta Perairan Selatan Timor–Rote.

“Selain itu, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 8 hingga 40 knot. Kecepatan angin tersebut turut memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah titik perairan,” lanjutnya.

Selain faktor angin, kondisi ini juga dipengaruhi dinamika atmosfer skala regional. Menguatnya Monsun Asia dan La Nina lemah turut meningkatkan suplai massa udara basah di wilayah NTT.

Yandri melaporkan adanya gelombang atmosfer tipe Low, Kelvin, Madden-Julian Oscillation atau MJO, serta aktifnya gelombang Equator Rossby. Kombinasi fenomena ini berdampak pada peningkatan aktivitas cuaca dan dinamika laut.

“Kondisi atmosfer tersebut dapat menyebabkan perubahan cuaca yang cepat, termasuk peningkatan kecepatan angin dan potensi hujan di beberapa wilayah perairan. Para pengguna jasa transportasi laut diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini,” tegas Yandri.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi serta mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum melaut. Kewaspadaan dini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan laut di wilayah NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....