Waspada Hujan di NTT Dua Hari Kedepan
- 01 Mar 2026 18:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Nusa Tenggara Timur yang berlaku pada 2-3 Maret 2026. Peringatan ini dikeluarkan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang.
Kepala Stasiun Meteorologi, Sti Nenot’ek di Kupang menjelaskan pada Senin, 2 Maret 2026, wilayah yang berstatus waspada meluas meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Sumba Timur. Sedangkan status siaga ditetapkan untuk Belu, Kabupaten Kupang, TTS, Manggarai Barat dan Rote Ndao.
“Pada Selasa, 3 Maret 2026, potensi hujan sedang hingga lebat masih berlanjut di Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, TTU, TTS, Belu, Malaka, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Status siaga hujan lebat hingga sangat lebat juga diprakirakan terjadi di Flores Timur, Belu, TTU, TTS, Kabupaten Kupang dan Rote Ndao,” tambah Sti.
Selain potensi hujan, peringatan dini angin kencang juga berlaku untuk seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur pada periode tersebut. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang dan gangguan transportasi.
“Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer skala regional, antara lain menguatnya Monsun Asia, La Nina lemah, gelombang atmosfer Low serta aktivitas Madden-Julian Oscillation atau MJO yang berdampak pada peningkatan curah hujan di NTT,” katanya.
Kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 milibar terpantau cukup tinggi, berkisar 70 hingga 95 persen. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air. Warga juga diminta terus memantau informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang guna memperoleh pembaruan cuaca terkini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....