BMKG: Dinamika Atmosfer Picu Cuaca Ekstrem NTT
- 01 Mar 2026 17:48 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya dinamika atmosfer skala regional yang memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam tiga hari kedepan, 1 sampai 3 Maret 2026. Kepala Stasiun Meteorologi, Sti Nenot’ek di Kupang menjelaskan menguatnya Monsun Asia serta keberadaan La Nina lemah turut berkontribusi terhadap peningkatan suplai massa udara basah ke wilayah NTT. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya potensi pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
“Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer tipe Low dan Madden-Julian Oscillation atau MJO juga terpantau aktif di sekitar wilayah Indonesia bagian timur. Fenomena ini semakin memperkuat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat,” kata Sti.
Ia menambahkan secara analisis lapisan udara, kelembapan pada ketinggian 850 hingga 500 milibar terpantau cukup tinggi, berkisar antara 60 hingga 95 persen. Kelembapan yang signifikan ini mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal dan memperbesar peluang terjadinya cuaca ekstrem.
“Di sisi lain, terpantau adanya sistem tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara. Sistem ini memicu peningkatan pergerakan massa udara dan berpotensi meningkatkan kecepatan angin di sejumlah wilayah NTT,” tegasnya.
Kombinasi faktor-faktor tersebut menyebabkan potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berisiko menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat.
“BMKG mengingatkan bahwa dampak cuaca ekstrem dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur. Wilayah dengan topografi perbukitan dan daerah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan,” ujar Sti.
Masyarakat di NTT diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG serta mengambil langkah antisipasi dini guna meminimalisir risiko bencana. Kewaspadaan bersama dinilai penting untuk mengurangi dampak kerugian akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....