Akses Niki–Oeekam Longsor, Pengendara Cemas

  • 25 Feb 2026 13:48 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Ruas jalan yang menjadi akses utama penghubung Niki menuju Oeekam hingga Malaka mengalami kerusakan parah akibat tergerus aliran sungai menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Berdasarkan pantauan RRI.CO.ID, Minggu,22 Februari 2026, hampir seluruh badan jalan di beberapa titik tersapu banjir dan mengalami longsor, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Titik longsor pertama berada di Desa Mnela’anen, Kecamatan Amanuban Timur, tepatnya sebelum cabang Besnam. Selain itu, longsor juga terjadi di ujung Jembatan Noebunu, Desa Oelet, Kecamatan Amanuban Timur. Kerusakan serupa turut dilaporkan pada ruas jalan Oe’o menuju Ayotupas, Kecamatan Amanatun Utara.

Kondisi ini menyebabkan arus transportasi terganggu, terutama bagi masyarakat yang menjadikan jalur tersebut sebagai akses utama menuju Oeekam dan wilayah sekitarnya. Penutupan dilakukan dengan memasang pagar penghalang guna mencegah pengendara roda dua maupun roda empat melintasi jalur rawan tersebut.

Langkah ini diambil karena masih ditemukan sejumlah pengendara yang tetap memaksakan diri melewati ruas jalan lama, meskipun telah tersedia jalur alternatif. Padahal, kondisi tanah yang labil berpotensi mengalami longsor susulan dan dapat mengakibatkan kecelakaan. Salah satu pengendara roda empat asal Oeekam, Irwanto Ridwan mengatakan, ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang sering ia gunakan untuk beraktivitas.

“Ini merupakan akses utama menuju Oeekam. Dengan adanya longsor ini saya merasa waswas, karena saya sering melintas jalur ini,” ucap Irwanto kepada RRI.CO.ID, Minggu,22 Februari 2026.

Irwanto mengaku khawatir apabila longsor kembali terjadi saat kendaraan melintas, mengingat kondisi sebagian badan jalan sudah tergerus dan terlihat rawan. Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut, mengingat jalur ini menjadi urat nadi transportasi masyarakat dan distribusi barang antarwilayah. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan dapat berdampak pada aktivitas ekonomi warga serta memperlambat mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang setiap hari melintas untuk bekerja maupun mengangkut kebutuhan pokok.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu peringatan, serta menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan demi keselamatan bersama. Sementara itu, warga berharap adanya penanganan cepat dan perbaikan permanen agar akses transportasi kembali normal dan aman dilalui. (Andry/Ady)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....