Dinamika Atmosfer Aktif, Intensitas Hujan di NTT Meningkat
- 15 Feb 2026 11:33 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tengah memasuki puncak musim hujan dengan peningkatan intensitas curah hujan di sejumlah daerah. Meski tidak terdapat siklon tropis di sekitar Indonesia, dinamika atmosfer regional yang aktif memicu hujan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Prakirawan Klimatologi Stasiun Klimatologi NTT, Indra Achmad, dalam wawancara Segmen Spalding, Minggu 15 Februari 2026 menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer.
“Hari ini kita berada pada periode menarik secara meteorologis. Meskipun tidak ada siklon tropis di sekitar Indonesia, khususnya di NTT, dinamika atmosfer regional cukup aktif dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan intensitas hujan di NTT,” ujarnya .
Menurut Indra, salah satu faktor utama adalah aktifnya monsun Asia yang membawa massa udara basah dari wilayah Asia melintasi Indonesia. Kondisi ini berbeda dengan monsun Australia yang cenderung membawa massa udara kering.
Selain itu, terdapat belokan angin di wilayah tengah Indonesia, termasuk di atas NTT, yang menyebabkan pertemuan massa udara. Pertemuan tersebut mendorong pembentukan awan hujan secara lebih cepat, terutama karena kelembapan atmosfer saat ini tergolong tinggi.
“Atmosfer kita cukup lembap. Ada pemicu kecil saja, pertumbuhan awan bisa cepat terjadi,” katanya .
Berdasarkan analisis klimatologis Januari 2026, BMKG mencatat curah hujan di sebagian besar wilayah NTT berada pada kisaran 200–300 milimeter per bulan. Kategori tersebut termasuk menengah. Namun, di beberapa wilayah seperti Kota Kupang, Manggarai, dan Sumba Timur, curah hujan tercatat di atas 500 milimeter selama Januari.
BMKG juga mencatat adanya gelombang atmosfer yang dikenal sebagai “NGO” yang sedang aktif di wilayah tropis dan mendekati Indonesia. Fenomena ini turut mempercepat pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Kupang.
Untuk beberapa hari ke depan sejak, 14 Februari 2026, hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas cukup signifikan di sejumlah wilayah, meski tidak merata. Secara klimatologis, hujan diperkirakan masih berlangsung hingga Maret dan April, namun intensitasnya berangsur menurun pada pertengahan Maret seiring masuknya masa peralihan atau pancaroba.
BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi resmi melalui kanal Stasiun Meteorologi El Tari Kupang dan Stasiun Klimatologi NTT guna memperoleh pembaruan prakiraan cuaca jangka pendek maupun musiman. (HM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....