Kolaborasi Gereja-Pemerintah Menguat di Sidang Sinode GMIT
- 11 Feb 2026 14:21 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Kolaborasi antara Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan Pemerintah Kabupaten Kupang semakin menguat melalui pembukaan Sidang Majelis Sinode GMIT ke-54 di GMIT Center, Kota Kupang, Senin (9/2/2026) sore. Forum tertinggi pengambilan keputusan GMIT ini menjadi momentum untuk menyinergikan program pelayanan gereja dengan program pemerintah demi kesejahteraan jemaat dan masyarakat.
Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa pemerintah hadir bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memperkuat kerja sama dalam pelayanan. “Kehadiran pemerintah di tengah-tengah bapak ibu pendeta sesungguhnya memiliki tujuan dan misi yang sama dengan gereja, yaitu menyembuhkan luka-luka yang ada di tengah masyarakat dan jemaat,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Kupang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan GMIT. MoU tersebut menjadi dasar kolaborasi dalam menyelaraskan program pemerintah daerah dengan program-program pelayanan gereja di berbagai jemaat.
Ketua Majelis Sinode GMIT Samuel Pandie menyambut baik dukungan pemerintah dan menekankan pentingnya kolaborasi. “Sebagai Ketua Majelis Sinode GMIT, kami siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk menjadi kekuatan bersama di tengah jemaat dan masyarakat,” kata Samuel Pandie.
Persidangan ini dihadiri pula oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma, Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni, para bupati, jajaran Majelis Sinode GMIT, serta peserta sidang dari seluruh wilayah pelayanan GMIT. Dengan penguatan kolaborasi ini, diharapkan keputusan-keputusan strategis yang dihasilkan Sidang Majelis Sinode GMIT ke-54 dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat, pemberdayaan jemaat, dan keberlanjutan pelayanan gereja di Nusa Tenggara Timur. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....