Konektivitas NTT - Timor Leste Dorong Peluang Ekonomi
- 10 Feb 2026 12:08 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Konektivitas antara Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penguatan jalur darat, laut, hingga rencana konektivitas udara dinilai membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi kedua wilayah yang berbatasan langsung tersebut.
Koordinator Fungsi Ekonomi dan Kerja Sama Teknik Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili, Banga Malewa, dalam wawancara Kupang Pagi Pro 1 RRI Kupang menjelaskan bahwa sejak 30 Maret 2023 telah diresmikan angkutan lintas batas antarnegara melalui kerja sama pemerintah kedua negara dengan operator Damri, Babadok, dan Bagong. Selain itu, konektivitas laut juga didukung pelayaran Meratus yang melayani rute Surabaya–Kupang–Dili untuk distribusi logistik ekspor impor, sementara rencana pembukaan kapal RORO masih dalam tahap kajian.
Di sektor transportasi udara, Banga menyambut positif reaktivasi status internasional Bandara El Tari Kupang. Menurutnya, langkah ini penting untuk mendorong segitiga pertumbuhan NTT–Dili–Darwin. KBRI Dili telah mengajukan pembukaan rute penerbangan Wings Air Kupang–Dili, meski masih menunggu penyelesaian prosedur administratif dan teknis agar layanan dapat berjalan berkelanjutan.
Ia menilai peningkatan konektivitas berdampak langsung pada pergerakan orang dan barang yang berkontribusi terhadap sektor pariwisata dan bisnis. Meski demikian, porsi ekspor NTT ke Timor Leste saat ini baru sekitar 12–14 persen dari total ekspor Indonesia, yang masih didominasi Surabaya. Karena itu, peningkatan daya saing produksi di NTT menjadi kunci untuk memaksimalkan peluang perdagangan.
Banga juga menyoroti adanya hambatan teknis seperti pembatasan tonase kendaraan di perbatasan Mota Ain–Batu Gade. Namun, masuknya Timor Leste sebagai anggota ASEAN sejak Oktober 2025 diharapkan mendorong penyesuaian regulasi yang akan memperlancar arus logistik lintas batas.
Untuk memperkuat kerja sama ekonomi, KBRI Dili aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT melalui pameran dagang, pertemuan bisnis antarpelaku usaha, serta diseminasi informasi peluang investasi. Salah satu contoh adalah partisipasi pelaku usaha NTT dalam Dili International Expo yang membuka peluang kerja sama bisnis langsung dengan mitra di Timor Leste.
Banga berharap pelaku usaha dan pemerintah daerah NTT dapat memanfaatkan kemudahan bebas visa 30 hari antara Indonesia dan Timor Leste untuk menjajaki peluang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pendidikan, hingga pariwisata. Ia mengingatkan bahwa kedekatan geografis merupakan keunggulan strategis yang harus dimanfaatkan agar NTT tidak kalah bersaing dengan negara lain dalam mengisi pasar Timor Leste.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....