Mutiara Pagi: Penderitaan dan Pertumbuhan Iman

  • 10 Feb 2026 11:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Kekuatan iman menjadi fondasi penting dalam kehidupan manusia, terutama saat menghadapi sakit dan penderitaan. Iman diyakini mampu memberi harapan, memulihkan semangat, bahkan membawa keselamatan bagi mereka yang percaya dan berserah kepada Tuhan dalam setiap situasi hidup.

Penyuluh Agama Katolik pada Bidang Urusan Agama Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Zakarias Paus Tola, S.Fil., dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Kupang (Senin, 09 Februari 2026) menjelaskan bahwa dalam bacaan Injil digambarkan orang-orang sakit memiliki keyakinan penuh bahwa Tuhan mampu menyembuhkan mereka. Dengan segala keterbatasan, mereka rela menempuh perjalanan jauh dan percaya cukup dengan menyentuh jumbai jubah Yesus untuk memperoleh kesembuhan.

Menurut Zakarias, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa iman bukan sesuatu yang rumit. Orang-orang yang menderita percaya kepada Yesus berdasarkan kesaksian tentang mujizat yang mereka dengar dan alami. Pengalaman penderitaan membuat mereka memahami arti kesembuhan sebagai anugerah besar yang membangkitkan pertobatan dan menumbuhkan iman baru kepada Kristus.

Ia menegaskan bahwa penderitaan juga memiliki dimensi pendewasaan iman. Keterbatasan hidup menyadarkan manusia akan kebutuhan akan pertolongan Tuhan sekaligus mengajarkan rasa syukur atas setiap keadaan. Dari situasi sulit, manusia belajar melihat bahwa setiap pengalaman hidup menjadi sarana pembelajaran yang menumbuhkan iman.

Selain itu, Zakarias mengajak umat untuk menjadi perpanjangan tangan kasih Tuhan bagi sesama. Meneladani Yesus yang menerima dan menyembuhkan semua orang, setiap orang dipanggil untuk berbagi kasih dan kebaikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud tanggung jawab sebagai ciptaan Tuhan.

Ia menambahkan, untuk dapat mewartakan kasih Allah, seseorang harus terlebih dahulu memiliki dan merasakan kasih tersebut dalam dirinya. Pewartaan iman harus lahir dari kesaksian hidup yang nyata serta relasi yang erat dengan Tuhan, sebagaimana Yesus selalu dekat dan taat kepada Allah Bapa.

Zakarias menekankan bahwa perjalanan hidup manusia merupakan proses pendewasaan iman yang dinamis. Dalam situasi suka maupun duka, umat diajak tetap konsisten mendekatkan diri kepada Tuhan dan berserah pada kehendak-Nya. Keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai menjadi sumber kekuatan untuk melewati berbagai tantangan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....