Siklon Tropis Mitchell Picu Potensi Hujan Lebat NTT
- 08 Feb 2026 05:03 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Aktivitas gelombang atmosfer tekanan rendah terpantau aktif dan memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini turut didukung dinamika sistem siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia yang meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
“Bibit Siklon Tropis 98P diketahui telah berkembang menjadi Siklon Tropis Mitchell. Sistem ini terbentuk sejak akhir Januari 2026 di wilayah utara Australia dan meningkat menjadi siklon tropis pada awal Februari 2026. Sistem siklon tersebut juga berdampak pada kondisi cuaca ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah perairan sekitar Indonesia bagian Selatan,” kata Prakirawan BMKG, Frengki Arianto Faot di Kupang, Sabtu, 7 Februari 2026.
Selain itu, siklon tropis Mitchell dilaporkan terus menguat saat bergerak di sekitar Australia Barat. Penguatan sistem ini dapat memberi dampak tidak langsung terhadap dinamika atmosfer di wilayah Indonesia, termasuk potensi peningkatan curah hujan di wilayah timur Indonesia.
“Di sisi lain, Ex-Siklon Tropis Penha dilaporkan telah melemah menjadi kategori tekanan rendah di wilayah utara Indonesia. Kombinasi sistem tekanan rendah, siklon tropis, serta pertemuan dan perlambatan angin berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan intensif di wilayah NTT,” ujar Frengki.
BMKG sebelumnya juga mengingatkan bahwa wilayah NTT berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini dipengaruhi kombinasi fenomena atmosfer yang dapat meningkatkan curah hujan dan risiko cuaca ekstrem.
“Masyarakat diimbau mewaspadai potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Potensi tersebut diprakirakan terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026 di sejumlah wilayah NTT, termasuk wilayah Flores, Timor, Alor, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua hingga Pulau Sumba,” imbau Frengki.
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor, maupun angin kencang, guna meminimalkan risiko dampak bencana hidrometeorologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....