KBRI Dili Dorong Konektivitas Darat, Laut dan Udara

  • 06 Feb 2026 15:41 WIB
  •  Kupang

RI.CO.ID, Kupang - Pengaktifan kembali rute penerbangan langsung Kupang–Dili menjadi salah satu prioritas utama dalam mendorong peningkatan mobilitas warga sekaligus memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Timor Leste. Langkah ini dinilai strategis karena akan membuka akses perjalanan yang lebih cepat, aman, dan efisien, khususnya bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan jalur darat lintas batas. Hal tersebut mengemuka dalam Wawancara Kupang Pagi Ini, Jumat (6/2/2026).

Koordinator Fungsi Ekonomi dan Kerja Sama Teknik, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili, Banga Malewa, pada kesempatan tersebut menjelaskan, rute penerbangan internasional tersebut tidak hanya penting untuk kepentingan perjalanan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun konektivitas regional yang lebih modern. “Kami bersyukur bahwa pembukaan bandara internasional di Kupang telah direaktivasi, dan ini juga merupakan satu rekomendasi yang selama ini digaungkan oleh KBRI Dilli," ujarnya. 

"Ini memang penting karena dari Dilli saat ini punya konektivitas langsung ke Darwin, Australia. Sehingga ini bisa mendorong segitiga pertumbuhan ekonomi antara Kupang-Dili-Darwin,” kata Banga antusias.

Banga menegaskan, apabila koridor trilateral tersebut berjalan optimal, maka Nusa Tenggara Timur akan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai simpul penghubung perdagangan dan mobilitas antarnegara. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa NTT berpeluang besar diposisikan sebagai pintu gerbang utama logistik internasional.

“Untuk transportasi atau konektivitas darat sendiri sudah ada MoU-nya dengan pemerintah Indonesia dalam hal ini Pemprov NTT sejak tanggal 30 Maret 2023 dengan operator Babadok, Bagong dan DAMRI. Tentunya dengan adanya MoU ini kami mendorong kerja sama Angkutan Batas Lintas Negara (ALBN) dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, dalam hal konektivitas laut, Banga mengatakan, pihaknya sudah punya Meratus dari Surabaya ke Kupang kemudian ke Timor Leste untuk mengangkut logistik ekspor impor. 

“Saat ini kita juga mendorong kapal Ro-Ro (Roll On, Roll Off). Namun tentunya ini masih perlu dikaji dari sisi keuntungan. Apakah pasar siap atau tidak. Kita berharap kalau dibuka pelayanannya bisa berkesinambungan,” tegasnya.

Ia berharap, penguatan konektivitas udara, laut maupun darat antara Kupang dan Dili dapat berjalan seiring dengan peningkatan kerja sama ekonomi dan diplomasi kedua negara. Banga menilai, semakin terbukanya akses transportasi akan memperluas peluang investasi, memperkuat sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, sehingga NTT dapat semakin siap menjadi gerbang strategis Indonesia di wilayah selatan. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....