Wagub NTT Kunjungi Warga Asal Sumba di Bali

  • 31 Jan 2026 13:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma bersama para pimpinan daerah se Pulau Sumba diantaranya Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, Wakil Bupati Sumba Tengah, Marthinus Umbu Djoka serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Yermia Ndapa Doda, pada Jumat (30/1/2026) pagi mengunjungi salah satu bedeng proyek di Bali tepatnya di Kuta-Badung, yang ditempati oleh beberapa warga NTT yang juga sedang bekerja di lokasi tersebut. Kedatangan Wagub NTT dan jajaran tersebut disambut antusias para warga NTT di bedeng tersebut. Momentum dimana mereka merasa dimiliki oleh para pimpinan daerah.

Untuk diketahui, warga NTT yang dikunjungi di bedeng tersebut semuanya berasal dari Kabupaten SBD dan beberapa yang sudah berkeluarga hingga membawa serta istri dan anak-anak yang masih kecil yang juga putus sekolah. Kunjungan Wagub NTT dan jajaran tersebut untuk melihat langsung situasi dan kondisi serta mendengar secara langsung aspirasi dari beberapa kelompok warga NTT yang tinggal di bedeng dan juga berprofesi sebagai buruh proyek.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan oleh Wagub NTT dan para pimpinan se daratan Sumba untuk memberikan nasihat kepada para warganya sehingga dapat lebih mawas diri, menjaga diri dengan baik dan menaati tata krama dan norma-norma serta aturan yang berlaku di Bali.

“Selaku pemerintah daerah, kami tidak mungkin lepas tangan dengan saudara sekalian di sini. Saudara – saudara tahu sendiri kan akhir-akhir ini kita disorot di sini karena tindakan oknum-oknum warga NTT yang buat onar di Bali dan berimbas pada kita semua,” ujar Wagub Johni Asadoma dihadapan para warga NTT tersebut.

Ia juga meminta para warganya tersebut dapat secara bijak menggunakan gaji yang didapat untuk hal-hal yang bermanfaat terlebih tidak menggunakannya untuk membeli minuman keras yang justru bisa berakibat pada kericuhan jika sudah mabuk.

“Gunakan gaji kalian dengan baik, untuk kehidupan rumah tangga, untuk kebutuhan anak, namun jangan dipakai untuk beli minuman keras. Karena kita tahu sendiri, jika kita sudah mabuk akibat miras tersebut maka otak kita sudah tidak jalan normal lagi, kita tdk bisa berpikir sehat lagi, yang ada pasti buat onar. Ini yang perlu diperhatikan ya,” ujar Wagub Asadoma. (Andry/Ady)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....