Wagub NTT Bersilaturahmi ke Pemkab Karangasem
- 30 Jan 2026 08:19 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang-Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, melakukan kunjungan ke Kabupaten Karangasem, Kamis (29/1/2026). Kurang lebih 2 jam perjalanan Wagub NTT beserta jajaran untuk sampai ke Kantor Bupati Kabupaten Karangasem.
Ada pun yang turut hadir mendampingi Wakil Gubernur NTT dalam lawatannya di kabupaten tersebut yakni Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra NTT, Kanis Mau, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan, Petrus Seran Tahuk, Kadis Nakertrans NTT, Sylvia Peku Djawang, Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisila Parera, Karo Umum Setda NTT, Gusti Sigasare, dan Kaban Penghubung NTT, Taty Setyawati. Turut hadir pula Bupati/Wakil Bupati atau pejabat yang mewakili sedaratan Sumba serta Wakil Bupati Ende.
Setelah di lobi Kantor Bupati Karangasem, Gubernur NTT dan rombongan langsung disambut hangat oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Pandu Prapanca Lagosa beserta jajarannya.
Dalam momentum dialog bersama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem yang dipimpin Wakil Bupati Karangasem dan juga hadir para tetua adat, tokoh masyarakat setempat, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyampaikan permohonan maaf atas berbagai tindakan yang kurang berkenan dan dinilai telah melanggar norma dan nilai budaya, adat istiadat setempat.
“Kedatangan kami di Kabupaten Karangasem, karena kami juga mendapat informasi ada oknum warga NTT yang melakukan perbuatan yang melanggar aturan di sini. Selaku pemerintah daerah dan masyarakat NTT, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali, masyarakat Karangasem, para tokoh adat, tokoh masyarakat atas sikap, perilaku, tutur kata anak-anak NTT yang ada di sini, yang telah mengganggu ketenangan, ketenteraman, kedamaian dan produktivitas jalannya kehidupan sosial bermasyarakat dan pembangunan di Karangasem,” ucap Wakil Gubernur NTT.
Johni mengungkapkan bahwa ke depan Pohan akan menata kembali, baik dalam tata kelola administrasi kependudukan yang lebih tertib, agar setiap warga NTT yang pergi dan datang tercatat dengan jelas, dan segala bentuk pembekalan kepada anak-anak/warga NTT yang hendak ke luar daerah baik untuk bersekolah atau untuk bekerja, sehingga mereka bisa lebih paham dan adaptif dan menghormati aturan budaya setempat.
"Kiranya permohonan maaf ini bisa diterima oleh bapa Bupati, Wakil Bupati dan jajaran serta masyarakat adat di Karangasem, sehingga ke depannya kita dapat kembali merajut keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara seperti sedia kala,” ucap Wagub Johni Asadoma.
Wagub Johni juga mengisahkan sejarah antara Bali – NTT yang menurutnya dapat selalu dijadikan pegangan dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat hingga saat ini.
Johni mengungkapkan bahwa sejak dahulu Dulu adanya sunda Kecil bahwa telah History warga NTT di Bali yang sudah ada sejak lama semenjak Indonesia merdeka. Sejak dahulu kala bahwa banyak atlet asal NTT yang berprestasi mengharumkan nama Bali di level nasional.
Menurut Johni hal ini menjadi bukti historis bahwa telah ada kerekatan yang kuat antara NTT dan Bali.Namun Johni juga sangat menyayangkan ulah para oknum warga NTT sehingga buat berbagai hal baik yang selama ini menjadi tercoreng. Hali sudah terjadi selama hari-hari lalu namun sebagai pemimpin di NTT Pemprov NTT ingin menata kembali/perbaiki situasi tersebut yang sempat menjadi perbincangan banyak orang.
Senada dengan Wagub Johni Asadoma, Wabup I Wayan Pandu Prapanca Lagosa juga berharap agar semua persoalan gesekan sosial yang terjadi bisa dipulihkan kembali. Secara khusus Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wagub NTT yang bisa hadir di daerahnya untuk langsung menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Terima kasih juga kepada Bapak Wakil Gubenur NTT kehadiran pak di sini adalah kehormatan dan kami sangat mengapresiasi kedatangan Bapak dan rombongan. Salah satu semboyan dari Presiden Soekarno, yakni ‘Jas Merah’ (Jangan Sekali kali meninggalkan sejarah). Ini yang menggambarkan antara Bali dan NTT. Kedua daerah yang punya sejarah panjang sejak negara kita merdeka,” ucap Wabup Karanganyar.
Lebih lanjut, Wabup I Wayan Pandu juga menerangkan hal yang sama seperti Sekda Badung, dimana setiap masyarakat di daerahnya selalu dengan tangan terbuka menyambut saudara-saudara sebangsa setanah air lainnya untuk datang bekerja hingga menempuh pendidikan. Namun ia juga menekankan agar setiap warga luar yang datang di daerahnya untuk tetap menghormati setiap nilai-nilai budaya adat istiadat setempat.
“Kami selalu menerima saudara-saudara dari luar Bali dengan tangan terbuka. Khusus saudara-saudara kami dari NTT sudah sejak lama mereka juga bekerja di sini di beberapa sektor pembangunan dan tentu berkontribusi. Ada beberapa persoalan, tapi kami juga berharap bersama Pemerintah Daerah NTT agar kita sama-sama bisa cari jalan keluarnya,” jelasnya.
Sementara itu, Jro Bendesa Desa Adat Selat I Wayan Gede Mustika atau orang yang dituakan di Desa Adat Selat, salah satu desa di Kabupaten Karangasem mengatakan sebenarnya warga desanya tidak keberatan dengan warga dari luar Bali yang ada di wilayah desanya, selama mentaati aturan adat setempat. Ia juga meminta agar setiap orang yang datang ke daerahnya bisa melaporkan diri ke pihak RT supaya terdata dengan baik dan bisa menjamin keamanan dan kenyamanan bersama.
“Pertama-tama, saya juga mengapresiasi kehadiran Bapak Wagub NTT di sini. Karena setiap persoalan, jika diatasi bersama-sama maka akan lebih mudah diselesaikan. Tujuan kami sederhana, kami hanya ingin kita sama-sama bisa hidup berdampingan dengan nyaman dan aman. Untuk itu, saya juga meminta agar setiap orang yang datang, sebelumnya telah dibekali pemahaman agar bisa selalu melapor diri kepada aparatur di desa ini. Kami ada Pecalang, tapi juga kesulitan dalam mendata warga dari luar, maka dari itu kami juga ingin kita bekerja sama supaya semuanya tertib,” kata I Wayan.
Sebelumnya, diinformasikan juga oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma kepada jajaran kedua pemerintah kabupaten Badung dan Karangasem dalam momentum silaturahmi tersebut, bersama kehadiran para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat setempat, dan Diaspora NTT di Bali, bahwa pada Rabu (28/1/2026) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, Pemprov Bali bersama Pemprov NTT telah menyepakati Komitmen Harmoni Kehidupan Bersama.
Komitmen bersama tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Gubernur Bali, I Wayan Koster. Komitmen ini disepakati dalam rangka mempererat hubungan antara masyarakat Bali dan NTT, sebagai upaya memperkuat persaudaraan, menjaga ketertiban sosial, serta menjunjung nilai-nilai kebangsaan.
Komitmen ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama kedua pemerintah provinsi dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, rukun, aman, dan berkeadilan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.(AL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....