Hujan Lebat Berpotensi Landa NTT

  • 29 Jan 2026 12:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlaku pada 29 hingga 31 Januari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang berdurasi singkat.

Pada 29 Januari 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Flores Timur, Lembata, Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Malaka, TTU, TTS, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sumba Barat. Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Sabu Raijua dan Alor.

Memasuki 30 Januari 2026, potensi hujan lebat masih meluas dan mencakup Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Pulau Sumba. Wilayah Sabu Raijua dan Alor juga masih berpotensi mengalami angin kencang.

Selanjutnya pada 31 Januari 2026, BMKG memprakirakan hujan sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Pulau Sumba. Adapun potensi angin kencang terfokus di wilayah Sabu Raijua.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Atmosfer Low dan Kelvin yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT. Selain itu, terpantau adanya sistem tekanan rendah di sekitar Teluk Carpentaria, Australia bagian utara, yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin di wilayah NTT.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG serta aplikasi Info BMKG, dan segera mengambil langkah antisipasi guna meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....