Gunung Ili Lewotolok Alami 21 Letusan

  • 29 Jan 2026 04:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gunung Ili Lewotolok, di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur menunjukkan aktivitasnya dengan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah, pada Rabu (28/1/2026) sekira 12:00-18:00 WITA. Gunung ini terlihat jelas mengalami kabut 0-I, hingga kabut 0-II.

Berdasarkan pantauan Petugas Pos gunung berapi, gunung tersebut teramati mengalami 21 kali letusan dengan tinggi 100-200 meter dan berwarna asap putih dan kelabu serta bergemuruh lemah. Situasi cuaca di sekitar gunung tersebut saat ini sedang berawan, mendung, dan hujan.

Selain itu, adanya angin bertiup lemah hingga sedang ke arah Timur yang disertai suhu udara 25-29 °C. Petugas Pos Gunung Berapi Ili Lewotolok juga mencatat tingkat aktivitas dari gunung tersebut yakni: Letusan (Jumlah : 21, Amplitudo : 11.7-27.3 mm, Durasi : 44-64 detik), Hembusan (Jumlah : 100, Amplitudo : 2-11.5 mm, Durasi : 28-53 detik),Tremor Non-Harmonik(Jumlah : 1, Amplitudo : 3.9 mm, Durasi : 196 detik), dan Tektonik Jauh (Jumlah : 1, Amplitudo : 2 mm, S-P : tidak terbaca, Durasi : 150 detik)

Ketika laporan ini dibuat aktivitas gunung masih terus terjadi dalam situasi yang normal dan saat ini gunung tersebut berada di Level III (Siaga). Melihat hal yang ada, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Syawaludin merekomendasikan beberapa hal yakni: Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar dimintai untuk tidak memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas gunung tersebut.

Syawaludin juga mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor Selatan dan Tenggara, sektor Barat, serta sektor Timur laut dari Gunung Ili Lewotolok.

"Jadi untuk masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut kita imbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu juga untuk menghindari gangguan pernapasan(ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya serta untuk menutup tempat penampungan air bersih yang disebabkan oleh paparan abu vulkanik," ucapnya.

Syawaludin menyampaikan bahwa hingga saat ini juga Pemerintah daerah dan masyarakat terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laran wutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas dari Gunung tersebut. (AL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....