Gen Z Motor Penggerak Ekonomi Koperasi

  • 28 Jan 2026 22:52 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang–Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Swasti Sari terus menegaskan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda melalui koperasi.  Sesuai Rencana Strategis (Renstra) lembaga, generasi milenial dan Generasi Z (Gen Z) ditempatkan sebagai motor penggerak ekonomi koperasi di masa depan, khususnya pada sektor pertanian dan usaha produktif.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil General Manager (GM) KSP Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong, saat kegiatan pendampingan anggota di wilayah Cabang Soe, Rabu (28/1/2026). Ia menekankan bahwa koperasi tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tetapi juga wadah pembinaan dan pemberdayaan ekonomi generasi muda.

“Dalam Renstra Kopdit Swasti Sari, milenial dan Gen Z menjadi fokus utama. Mereka adalah masa depan koperasi. Karena itu, kami terus mendorong dan mendampingi anak-anak muda agar berani terjun ke sektor produktif, termasuk pertanian,” kata Kasmirus Kopong.

Menurutnya, pertanian harus dipandang sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan, bukan lagi sektor yang dipinggirkan. Dengan pendampingan yang tepat, generasi muda diyakini mampu menjadikan pertanian sebagai sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut tercermin dari lahirnya petani-petani muda binaan Kopdit Swasti Sari. Salah satunya adalah Ribka Selan, Petani Gen Z dari Kopdit Swasti Sari Cabang Soe, yang kini dinilai layak menjadi role model bagi generasi muda di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Ribka Selan, anggota Kopdit Swasti Sari dengan Nomor BA 241.791, lahir di Nule pada 26 Juni 2007 dan berdomisili di Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS. Di usia yang masih sangat muda, Ribka menunjukkan keberanian dan konsistensi mengelola usaha pertanian secara serius.

“Saya bersyukur bisa bergabung dengan Kopdit Swasti Sari. Saya mendapat dukungan dan pendampingan yang membuat saya lebih percaya diri mengembangkan usaha pertanian,” kata Ribka.

Ia mengakui, keterlibatannya dalam koperasi telah membuka wawasan bahwa anak muda, khususnya Gen Z, mampu mandiri secara ekonomi jika mau bekerja keras dan memanfaatkan peluang yang ada. “Sebagai anak muda, kita jangan takut jadi petani. Memang harus rela menghitamkan kulit, tapi hasilnya bisa mengisi dompet. Pertanian itu menjanjikan kalau dikelola dengan serius,” ujarnya.

Pihak Kopdit Swasti Sari menilai Ribka Selan sebagai simbol keberhasilan strategi lembaga dalam menyasar generasi muda. Kehadirannya menjadi bukti bahwa Gen Z mampu menjadi pelaku utama ekonomi kerakyatan melalui koperasi.

Wakil GM Kopdit Swasti Sari, Kasimirus Kopong dan Manajemen Cabang Soe, pada kesempatan tersebut juga menyerahkan 2 Topi Petani dan Sepatu Lumpur Untuk Ribka. Manajemen Kopdit Swasti Sari berharap kedepan semakin banyak generasi muda di NTT yang terlibat aktif dalam koperasi, memanfaatkan fasilitas pembiayaan, pendidikan, dan pendampingan usaha, sehingga mampu menjadi penggerak utama ekonomi daerah.(AL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....