Badai Bello Uji Solidaritas Warga
- 28 Jan 2026 11:55 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Badai angin yang menerjang Kelurahan Bello, Kota Kupang, bukan hanya merobohkan atap dan dinding rumah warga, tetapi juga menguji solidaritas sosial dan kesiapsiagaan layanan publik.
Di tengah puing-puing rumah yang rusak, warga memilih bertahan bersama. Mereka yang kehilangan tempat tinggal sementara ditampung tetangga dan keluarga satu RT, tanpa menunggu tenda darurat berdiri. Solidaritas lokal menjadi penyangga pertama sebelum bantuan formal datang.
Gereja GMIT Yegar Sahaduta Bello turut mengambil peran penting. Koordinasi dilakukan agar ibadah Minggu tetap berjalan, tanpa mengganggu proses penanganan korban, termasuk keputusan tidak memasang terpal di area sensitif demi keselamatan anak-anak dan jemaat.
Di sisi lain, muncul persoalan klasik pascabencana: akses layanan kesehatan dan administrasi BPJS. Keluarga korban luka menyuarakan kekhawatiran soal pembiayaan dan status kepesertaan, terutama bagi warga ber-KTP luar daerah. Pemerintah kota menegaskan, kondisi darurat tidak boleh terhambat administrasi.
Wali Kota Kupang memastikan pendekatan kemanusiaan menjadi dasar kebijakan. Korban luka diprioritaskan, sementara kebutuhan dasar disalurkan lebih dulu, sembari menunggu verifikasi kerusakan rumah—ringan, sedang, hingga berat—sebagai dasar bantuan lanjutan.
Lebih dari sekadar respons bencana, peristiwa di Bello menegaskan satu hal: ketangguhan kota tidak hanya diukur dari anggaran dan alat berat, tetapi dari kecepatan keputusan, empati pemimpin, dan kekuatan warga saling menjaga.
Bello hari ini bukan hanya tentang badai—tetapi tentang bagaimana kota belajar melindungi warganya saat krisis datang tiba-tiba. (As)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....