Ketua Majelis Sinode GMIT Tekankan Program Ketahanan Pangan

  • 23 Jan 2026 12:16 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Semuel Benyamin Pandie, mengingatkan jemaat akan potensi dampak buruk konflik global antara Amerika Serikat-Venezuela serta krisis di Iran. Isu tersebut menjadi sorotan utama dalam pembukaan Sidang Majelis Klasis Kupang Tengah ke-42 yang berlangsung di Jemaat GMIT Rehobot Fatukanut. Pdt. Semuel menegaskan bahwa ketegangan geopolitik internasional dapat memicu kenaikan harga energi, pangan, dan inflasi yang secara tidak langsung berdampak pada kehidupan Ketua Sinode GMIT Tekankan Program Ketahanan Pangan

masyarakat. Oleh karena itu, beliau mengimbau agar gereja merespons melalui program pelayanan yang nyata dan berbasis ketahanan pangan. “Semua hal yang terjadi di luar sana, baik di Amerika, Venezuela, maupun Iran, harus kita akui berdampak pada kita. Oleh karena itu, penting untuk menjaga semangat gotong royong dan saling menopang melalui program pelayanan yang nyata,” ujar Pdt. Semuel Pandie , Rabu (21/1/2026).

Sebagai langkah strategis, Pdt. Semuel mendorong jemaat untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal agar mampu berdikari dalam memenuhi kebutuhan pokok. Beliau menegaskan agar proses konferensi Majelis Klasis kali ini memprioritaskan program ketahanan pangan sebagai agenda utama dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi dunia. “Kita harus membangun kolaborasi untuk mendukung program-program yang memutuskan agar tujuan yang ditetapkan berjalan lebih efektif,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Kupang, Yosef Lede, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik ajakan kolaborasi dari pihak gereja. “Hari ini kita memiliki komitmen yang sama. Pemerintah perlu berkolaborasi dengan gereja untuk menghadirkan jawaban bagi masyarakat melalui program-program yang memutuskan dalam konferensi ini,” ungkapnya.

Sebagai simbol komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan, acara pembukaan ditutup dengan penanaman anakan pohon kelapa di pelataran Gereja GMIT Rehobot Fatukanutu oleh Ketua Sinode, Bupati Kupang, dan para undangan. (humas/anna).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....