Fluktuasi Harga Hantam Pasar Oeba, Pedagang Pilih Bertahan

  • 21 Jan 2026 12:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Fluktuasi harga bahan pokok kembali menghantam Pasar Oeba, Kota Kupang, sejak awal tahun 2026. Komoditas cabai dan bawang menjadi salah satu yang terdampak, dengan harga yang naik turun mengikuti pasokan dan kualitas barang.

Meski demikian, para pedagang mengaku tetap bertahan karena tingginya kebutuhan masyarakat. Salah satu pedagang cabai di Pasar Oeba, Aila Wasi, mengatakan harga cabai saat ini cenderung mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.

Jika pada bulan-bulan lalu harga cabai masih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, kini bisa mencapai Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram, bahkan lebih tergantung kualitas dan asal cabai. “Kalau kita beli Rp60.000, biasanya harus jual Rp80.000 supaya bisa balik modal,” ujar Aila saat ditemui di lapaknya, Rabu (21/1/2026).

Pedagang Cabai di Pasar Oeba, Aila Wasi, Rabu (21/1/2026). (Foto: Delvin).

Menurut Aila, cabai merupakan kebutuhan pokok yang hampir tidak pernah sepi pembeli, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun warung makan. Namun, risiko kerugian tetap ada, terutama ketika kualitas cabai menurun atau mengalami kerusakan.

Ia menambahkan, meskipun harga naik, daya beli masyarakat relatif masih stabil. Saat pasokan melimpah dan banyak pedagang menjual cabai, biasanya masih terdapat sisa dagangan sehingga cabai tersebut kemudian dipilih kembali dan dijual keesokan harinya.

Sementara itu, pedagang bawang di Pasar Oeba, Okto Masae, menyebutkan harga bawang merah cenderung lebih stabil dibandingkan cabai. Pasokan bawang merah masih lancar karena berasal dari berbagai daerah seperti TTS, So’e, Bima, hingga Makassar.

Pedagang Bawang di Pasar Oeba, Okto Masae, Rabu (21/1/2026). (Foto: Delvin).

Sedangkan bawang putih sebagian besar didatangkan dari luar negeri melalui Surabaya. “Bawang merah relatif stabil, hanya naik turun sedikit. Tapi bawang putih memang naik sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 per kilo,” kata Okto.

Menurutnya, kondisi tersebut sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana biasanya pada bulan Januari harga bawang putih justru menurun. Meski demikian, kenaikan harga tidak terlalu berdampak pada pendapatan pedagang selama stok barang masih tersedia.

“Yang penting barang ada. Kalau barang kosong justru repot. Selama stok ada, kita masih bisa atur harga,” ujarnya.

Okto juga menilai pemerintah memiliki peran penting dalam mendorong masyarakat agar lebih sering berbelanja di pasar tradisional. Selain menggerakkan ekonomi rakyat, aktivitas jual beli di pasar juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Para pedagang berharap ke depan harga bahan pokok dapat lebih stabil dan kunjungan masyarakat ke Pasar Oeba semakin meningkat, terutama pada akhir pekan dan hari libur yang menjadi waktu paling ramai bagi aktivitas perdagangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....