Kopi NTT Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif

  • 21 Des 2025 15:55 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Kopi bukan hanya minuman tradisi turun-temurun di Nusa Tenggara Timur (NTT), melainkan telah bertransformasi menjadi gaya hidup modern dan peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi anak muda. Fenomena menjamurnya coffee shop di Kota Kupang menjadi bukti nyata bahwa ekosistem kopi terus bertumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Fransisco Nope atau Ciko selaku Owner Kopi Aksi, berbagi kisahnya membangun Kopi Aksi sejak 2018. Berawal dari pengalaman menjadi barista part-time saat kuliah di Malang, ia membawa mimpinya kembali ke Kupang.

Ciko menekankan bahwa membangun bisnis kopi tidak selamanya membutuhkan modal finansial yang besar. "Modal itu tidak selalu kapital uang. Kemampuan teknis dan jaringan (link) juga merupakan modal penting. Kopi Aksi sendiri dimulai dengan modal yang relatif kecil melalui negosiasi bagi hasil tempat dan pemanfaatan barang-barang yang ada," ungkapnya.

Strategi manajemen yang tepat membuat usahanya mampu bertahan dan balik modal dalam waktu dua tahun. Kopi Aksi juga memiliki produk unggulan yang disebut "Kopi Susu Dewasa", sebuah perpaduan (blend) unik antara kopi Arabika dan Robusta.

Melihat tren ini, pemerintah melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kupang (sebelumnya dikenal sebagai BLK) hadir untuk mendukung anak muda melalui pelatihan barista berbasis kompetensi. Wilfrianus Sabon Tawa, Koordinator Satpel BPVP Kupang, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dengan mencetak tenaga kerja ahli.

"Kami menyediakan pelatihan barista gratis selama 180 jam atau sekitar 18 hari. Di akhir pelatihan, peserta mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat resmi berhologram Garuda dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)," jelasnya. Hingga saat ini, banyak lulusan BPVP yang telah terserap di berbagai coffee shop ternama di NTT, termasuk di Kopi Aksi.

Willy juga menyoroti potensi besar kopi NTT, seperti Arabika Bajawa dan Robusta Manggarai. Ia mendorong adanya intervensi dari pemerintah daerah agar produk lokal ini terus berjaya di rumah sendiri melalui gerakan "Beli NTT".

Sementara itu, Ciko optimis bahwa industri kopi di Kupang akan terus tumbuh dengan dukungan komunitas. "Tahun 2025, Komunitas Kopi NTT akan semakin aktif dengan berbagai program untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kopi, mulai dari kompetisi barista hingga kolaborasi dengan petani lokal. Seperto Filosofi Kopi Aksi: "Minum Merayakan". Kopi bukan hanya soal rasa, tapi tentang merayakan hal-hal baik dalam hidup, baik saat bahagia maupun saat butuh waktu untuk diri sendiri”, pungkasnya. (JR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....