Program Kemandirian Ekonomi Warga masyarakat Sumba Tengah
- 29 Nov 2025 18:32 WIB
- Kupang
KBRN,Sumba: Peluncuran Program Pekarangan Pro Oli Mila (PK POM) Model kembali digelar Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, kali ini bertempat di rumah Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Sumba Tengah, Umbu Neka Jarawoli, SE, di Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana. Acara pada 25 November 2025 itu diresmikan langsung oleh Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu bersama Wakil Bupati M. Umbu Djoka.
Kegiatan launching turut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, mulai dari Staf Ahli Bupati, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, Camat Katiku Tana, Kepala Desa Makatakeri, hingga para pejabat struktural, fungsional, staf, serta PPPK BKD Sumba Tengah. Kehadiran kerabat dan keluarga Umbu Neka turut menambah suasana kebersamaan dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Umbu Neka Jarawoli menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati atas pengembangan program PK POM yang sebelumnya telah menyasar 14 penerima manfaat di 14 desa. Ia juga menilai langkah ASN, mulai dari pejabat eselon II hingga para kepala desa, sebagai contoh nyata dalam mempraktikkan PK POM model.
Umbu Neka menjelaskan bahwa pembangunan PK POM di pekarangannya dilakukan atas dorongan semangat pemberdayaan yang digaungkan pemerintah. Meskipun lahan hortikultura yang digarap masih dalam tahap pengembangan dan belum mencapai luas ideal 2 are, berbagai komoditas sudah ditanam. Selain itu, terdapat pula 20 ekor bebek, 2 kolam dengan 500 benih lele, serta 4 ekor kambing yang menjadi bagian dari model integrasi produksi.
Bupati Paulus S. K. Limu pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas inisiatif pribadi Kepala BKD, yang dinilainya menjadi contoh konkret bagi masyarakat luas. Menurutnya, launching ini merupakan peluncuran ke-14 pada level pejabat, setelah sebelumnya dilakukan pada 14 desa yang menyasar keluarga miskin sebagai penerima manfaat awal.
Bupati menegaskan bahwa PK POM akan menjadi role model pembangunan Sumba Tengah pada tahun 2026, dengan target menghadirkan 100 role model dari kalangan ASN. Ia juga mendorong agar program ini terus disosialisasikan melalui gereja-gereja oleh para pendeta, sehingga jemaat semakin memahami dan terdorong menerapkan praktik pemberdayaan ekonomi berkelanjutan tersebut. (Jl)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....