2 SMA Katolik NTT Resmi Berstatus Sekolah Negeri
- 29 Okt 2025 14:32 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang : Mulai tahun ini, dua Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjadi sekolah negeri, mengakhiri penantian umat Katolik di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Flores Timur sejak tahun 2020. Kedua sekolah yang menerima status ini adalah SMAK Santo Dominikus Tambolaka (Sumba Barat Daya) dan SMAK Santo Mikhael Solor (Flores Timur).
Melansir dari Bimas Katolik Kemenag NTT, penegerian ini menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan keagamaan Katolik secara merata di Indonesia. Proses penegerian kedua SMAK ini melalui tahapan formal, dimulai dengan persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) melalui Surat Nomor B/893/M.KT.01/2025.
Kemudian, status penegerian tersebut disahkan dan ditetapkan secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Penetapan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1541 Tahun 2025 tentang Penegerian 2 (Dua) Sekolah Menengah Agama Katolik, tertanggal 2 Oktober 2025.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik, Suparman, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Agama, Menteri PAN-RB, para uskup khususnya Uskup Keuskupan Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung dan Uskup Keuskupan Weetebula Mgr. Edmund Woga, CSsR, serta Pemerintah Provinsi NTT (terutama Pemda Sumba Barat Daya dan Flores Timur) atas dukungan yang diberikan.
Dirjen Suparman juga menegaskan bahwa dengan penegerian ini, Ditjen Bimas Katolik akan terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan keagamaan Katolik demi memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah. Secara teknis, organisasi dan tata kerja sekolah-sekolah ini kini diatur melalui Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia (PMA) Nomor 15 Tahun 2025, yang merupakan perubahan dari PMA Nomor 8 Tahun 2019.
Dengan tambahan dua sekolah baru ini, jumlah total SMAK Negeri di Indonesia bertambah menjadi lima, yaitu SMAK Negeri Keerom (Papua), SMAK Negeri Ende (NTT), SMAK Negeri Samosir (Sumatera Utara), serta SMAK Negeri Santo Dominikus (Sumba Barat Daya, NTT) dan SMAK Negeri Santo Mikhael (Flores Timur, NTT).
Penegerian SMAK Tambolaka dan Solor ini dinilai sebagai tonggak bersejarah bagi pendidikan Katolik di NTT, yang merupakan provinsi dengan populasi Katolik terbesar. Selain itu, langkah ini juga menandakan kehadiran nyata negara dalam memperkuat pendidikan iman, karakter, dan kebangsaan untuk generasi muda Katolik. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....