GMIT Inisiator Gereja Inklusif Bagi Disabilitas Indonesia

  • 24 Okt 2025 01:44 WIB
  •  Kupang

KBRN,Kupang: Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mencatat sejarah sebagai sinode pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Workshop Gereja Ramah Disabilitas secara struktural hingga tingkat klasis. Kegiatan ini dihadiri oleh 57 klasis GMIT, berlangsung Sabtu (11/10/2025) di Hotel Kristal Kupang, dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Pemkot dan Pemkab Kupang.

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th., menyatakan bahwa gereja harus memandang isu disabilitas dengan mata Kristus—penuh kasih dan empati. “Kita bersyukur karena melalui isu disabilitas, kita belajar untuk melihat dengan kasih. Dalam keterbatasan, ada karya Kristus yang sedang dinyatakan,” katanya.

GMIT disebut sebagai gereja pertama yang menindaklanjuti dorongan dari PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) untuk membangun pelayanan disabilitas secara sistematis. “Ini bukti nyata bahwa gereja sungguh hadir bagi semua, tanpa kecuali,” ujar Pandie.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang dan keberpihakan nyata. “Ruang inklusi harus diikuti keberpihakan anggaran. Mereka diciptakan dengan martabat yang sama di hadapan Tuhan,” katanya tegas.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Bupati Kupang, Yosef Lede, yang mengingatkan bahwa gereja dan pemerintah memiliki tanggung jawab bersama untuk menolong kelompok rentan. “Tugas kita yang sempurna adalah menjadi penolong bagi yang tidak sempurna,” ujarnya.

Bupati menambahkan, kepala daerah harus memiliki visi inklusif. “Pemerintah bertugas memastikan agar semua yang dibahas dalam forum ini tidak berhenti sebagai wacana, tapi menjadi program nyata,” tuturnya.

Workshop ini menjadi momentum penting bagi gereja dan pemerintah untuk membangun sistem pelayanan dan komunitas yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....