UI dan Kementrans Dorong Pemberdayaan Masyarakat Sumba

  • 01 Sep 2025 11:09 WIB
  •  Kupang

KBRN,Sumba: Universitas Indonesia (UI) bersama Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (Kementrans RI) melalui program Ekspedisi Patriot melaksanakan sejumlah kegiatan pengabdian masyarakat di kawasan transmigrasi Sumba Timur. Ketua Tim Pengmas Sumba dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI, Dr. Hendra Kaprisma, S.Hum., memimpin langsung program ini dengan fokus utama pada digitalisasi lanskap transmigrasi dan evaluasi kawasan transmigrasi di Output 1 Melolo.

Hendra Mengatakan, dalam pelaksanaan program, tim UI mengusung konsep pemberdayaan masyarakat yang menyasar berbagai aspek, mulai dari pendidikan, budaya, hingga pariwisata. Salah satu langkah konkret adalah pendirian Sekolah Pesisir, yang akan memberikan pembelajaran karakter dan bahasa, khususnya bahasa Inggris, bagi masyarakat pesisir. Menurut Hendra, upaya ini penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Sumba yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata.

Selain itu, UI juga berencana menyusun katalog tenun ikat Kaliuda di Sumba Timur. Program ini bertujuan mendukung promosi hasil karya masyarakat lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Sebelumnya, tim juga telah membuat QR Code di Kampung Kadoku, Sumba Barat, sebagai pilot project untuk memperkenalkan kampung adat kepada wisatawan melalui deskripsi sejarah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Kerja sama ini tidak hanya melibatkan UI, tetapi juga tujuh universitas besar lainnya, yaitu UNPAD, ITB, ITS, UNDIP, UGM, serta beberapa universitas pendukung. Kolaborasi lintas kampus ini diharapkan dapat memperkuat dampak nyata dari program pengabdian masyarakat, sekaligus meningkatkan peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah, khususnya kawasan transmigrasi di Sumba.

Dalam bidang pendidikan, UI juga menyiapkan modul pembelajaran yang mencakup pengajaran bahasa, penguatan karakter, hingga pojok literasi bagi anak-anak dan masyarakat adat. Hendra menegaskan bahwa masyarakat harus diperkenalkan dengan kebiasaan membaca sejak dini agar menjadikan ilmu pengetahuan sebagai budaya yang menyenangkan. Hal ini sejalan dengan rencana Kementrans yang tengah menyusun program Beasiswa Patriot untuk mendukung anak-anak di kawasan transmigrasi.

Lebih jauh, Hendra menekankan bahwa seluruh program yang dijalankan bersama mitra lokal, termasuk Yayasan Rumah Seni Wano, dilaksanakan dengan semangat ikhlas tanpa pamrih. Menurutnya, keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahtamahan masyarakat Sumba merupakan aset berharga yang harus terus diberdayakan secara berkelanjutan, demi mendukung pembangunan Indonesia dari wilayah timur. (Jl)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....