Cakalele dan Lego Lego: Identitas Budaya Orang Alor
- 25 Agt 2025 14:11 WIB
- Kupang
KBRN,Kupang: Dua tarian tradisional khas Alor, yakni Cakalele dan Lego-lego, terus dijaga sebagai identitas budaya masyarakat kepulauan di ujung timur Nusa Tenggara Timur. Tarian yang sarat makna tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kebersamaan, keberanian, dan jati diri orang Alor.
Gr. Agalakari Enos, S.Pd, pembina seni budaya SMA Negeri Mataru, menjelaskan bahwa Cakalele adalah tarian perang yang merepresentasikan semangat juang, keberanian, serta harga diri masyarakat Alor.
Sementara itu, Lego-lego menjadi tarian massal yang menekankan nilai persaudaraan dan persatuan, karena ditarikan dengan berpegangan tangan dan bergerak melingkar mengikuti irama gong dan gendang.
“Cakalele dan Lego-lego bukan sekadar tarian. Keduanya adalah identitas budaya yang memperlihatkan karakter orang Alor: berani, kompak, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” kata Enos dalam obrolannya bersama Pro 4 RRI Kupang, Minggu (17/8) malam.
Menurutnya, tarian ini masih dilestarikan dalam berbagai acara adat, penyambutan tamu, hingga kegiatan sekolah. Generasi muda didorong untuk tidak hanya menari, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap gerakan.
“Anak-anak kami di sekolah diajarkan bahwa setiap hentakan kaki, setiap gerakan tangan, dan setiap lantunan syair dalam Lego-lego mengandung doa, harapan, dan pesan kehidupan. Inilah yang harus terus diwariskan,” tambahnya.
Enos juga menegaskan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, menjaga Cakalele dan Lego-lego sama artinya dengan menjaga jati diri orang Alor.
Pelestarian dua tarian ini, kata dia, akan menjadi benteng budaya agar generasi muda tidak tercerabut dari akar tradisi. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....