Bunga Bougenville: Jejak dari Amerika Selatan ke Dunia
- 29 Jul 2025 09:49 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Bunga bougenville, yang di Indonesia populer disebut “bunga kertas”, sebenarnya bukan asli berasal dari nusantara. Genus Bougainvillea, anggota famili Nyctaginaceae, berasal dari kawasan tropis Amerika Selatan khususnya Brasil, Peru, Argentina, Paraguay, dan Bolivia.
Warna-warni mencolok yang sering kita lihat adalah braktea daun pelindung tipis seperti kertas bukan bunga sejatinya, yang berukuran kecil, biasanya putih atau krem, berkelompok tiga di tengah braktea tersebut. Sejarah penamaan bougenville bermula pada tahun 1760-an.
Saat ekspedisi pelayaran keliling dunia atas nama Prancis dipimpin oleh Admiral Louis Antoine de Bougainville, terdapat naturalis Philibert Commerson yang pertama kali mendokumentasikan tanaman ini di Rio de Janeiro sekitar 1767. Menariknya, sang kolektor utama diyakini adalah Jeanne Baret, asisten Commerson yang menyamar sebagai pria karena wanita dilarang ikut dalam pelayaran tersebut.
Ia diyakini banyak mencatat dan mengumpulkan tanaman, termasuk bougainvillea. Nama ilmiah genus ini, Bougainvillea, diberikan sebagai penghormatan kepada sang admiral, dan pertama kali diterbitkan dalam buku Genera Plantarum karya A.L. de Jussieu pada 1789, meskipun ejaannya sempat berubah-ubah sampai resmi disempurnakan di Index Kewensis pada 1930-an.
Pada abad ke-19, dua spesies utama B. spectabilis dan B. glabra mulai diperkenalkan ke Eropa dan cepat menyebar ke koloni-koloni serta wilayah tropis lain seperti India, Afrika, Australia, dan Asia Tenggara. Seiring waktu, bougenville berkembang menjadi lebih dari 300 kultivar hasil persilangan alami maupun buatan antara spesies asli.
Banyak mutasi spontan terjadi di seluruh dunia ketika tanaman ditanam luas, menyulitkan klasifikasi ilmiah yang akurat . Namun industri hortikultura dan penggemar tanaman tetap menyukai warna braktea yang kaya: merah, ungu, pink, jingga, kuning bahkan putih.
Di Indonesia, bougenville dikenal sejak pertengahan abad ke-20 sebagai tanaman hias favorit. Dikenal mudah ditanam, tahan kekeringan, dan membutuhkan sinar matahari penuh cocok untuk iklim tropis di kota maupun pekarangan rumah.
Itulah mengapa bunga ini banyak menghiasi pagar, median jalan, serta pot-pelan taman kota . Tak hanya estetis, tanaman ini juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan berkat kandungan antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin, yang diyakini membantu melawan inflamasi, menurunkan gula darah, dan menyembuhkan luka ringan.
Simbolisme bougenville pun beragam. Di banyak negara tropis menjadi simbol keindahan, penyambutan, cinta, atau perlindungan.
Beberapa budaya seperti Feng Shui menganggap warna merah atau ungu bougenville mendatangkan kemakmuran dan menolak energi negatif. Di sisi lain, kepercayaan masyarakat Jawa menganggap menanam bougenville sebagai pantangan karena konon membawa malu atau ketidaknyamanan dalam keluarga.
Dengan akar yang kuat dari Amerika Selatan, perjalanan kolonial dan ekspansi global, hingga budaya lokal di Asia Tenggara, bougenville telah menjadi tanaman hias yang menawan sekaligus sarat makna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....