PHBI dan Dompet Dhuafa Perketat Pengawasan Kurban

  • 26 Mei 2026 09:46 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang bersama Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur memperkuat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar memenuhi standar kesehatan, aman dikonsumsi, serta sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Hal tersebut akan menjadi bahasan utama dalam program “Dialog Kupang Menyapa” yang disiarkan RRI Pro 1 Kupang pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 09.00 WITA. Dialog ini menghadirkan Ketua PHBI Kota Kupang Bustaman, S.STP., M.M., serta Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa NTT Sriyati, dengan dipandu oleh presenter Rany Veronica.

PHBI Kota Kupang menegaskan bahwa proses pengawasan hewan kurban dilakukan sejak awal, mulai dari pemilihan, pemeriksaan kesehatan, hingga distribusi ke titik-titik pemotongan. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama instansi teknis terkait seperti dinas peternakan dan kesehatan hewan untuk memastikan hewan yang masuk ke Kota Kupang bebas dari penyakit menular.

Dalam pelaksanaannya, hewan kurban yang dinyatakan layak harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya dalam kondisi sehat, cukup umur, tidak cacat, serta menunjukkan tanda-tanda fisik yang sesuai dengan ketentuan syariat. PHBI juga mengantisipasi potensi masuknya hewan yang sakit dengan memperketat pemeriksaan di jalur distribusi dan lokasi penampungan.

Selain pengawasan, edukasi kepada panitia kurban di masjid-masjid turut digencarkan agar masyarakat memahami tata cara pemilihan hewan kurban yang benar serta proses penanganan yang higienis. Hal ini penting untuk menjaga kualitas daging kurban agar tetap aman dikonsumsi.

Sementara itu, Dompet Dhuafa NTT memastikan seluruh hewan kurban yang dihimpun dari para donatur telah melalui proses seleksi ketat di tingkat peternak hingga pemeriksaan kesehatan oleh pihak berwenang. Pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari pembelian, pengangkutan, hingga proses penyembelihan.

Distribusi daging kurban juga menjadi perhatian utama, dengan target menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk di wilayah-wilayah terpencil. Dompet Dhuafa menekankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan kurban agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Meski demikian, tantangan dalam distribusi dan pengawasan masih dihadapi, terutama terkait akses wilayah dan ketersediaan infrastruktur. Untuk itu, strategi kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat guna memastikan pelaksanaan kurban berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.

PHBI Kota Kupang dan Dompet Dhuafa NTT berharap pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih hewan kurban dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan, keamanan pangan, dan kesejahteraan bersama.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....