Berbagi di Akhir Ramadan: Menutup dengan Kebaikan, Inspirasi dari IMM Kupang

  • 19 Mar 2026 16:41 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Menjelang akhir bulan suci Ramadan, semangat berbagi semakin terasa di tengah masyarakat, termasuk yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kota Kupang. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga menebar kebaikan hingga di penghujungnya.

Dalam wawancara bersama RRI pada Kamis, 19 Maret 2026 dalam segmen siara khusus ramadan, Ketua Koordinator Komisariat IMM Kupang, Faridun, menegaskan bahwa berbagi tidak harus selalu dalam bentuk materi. “Berbagi ini tidak hanya berbentuk nominal uang, senyum pun adalah berbagi,” ungkapnya saat berbincang bersama Angel di RRI Pro 2 Kupang.

Menjelang Idulfitri, IMM tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial meskipun di tengah kesibukan kader yang sebagian besar merupakan mahasiswa. Program berbagi telah dilakukan sejak awal Ramadan agar pelaksanaannya lebih terarah dan tidak menumpuk di akhir bulan.

Selain itu, peran lembaga seperti Lazismu dalam lingkup Muhammadiyah juga turut memperkuat gerakan berbagi di masyarakat. Distribusi bantuan dilakukan secara luas hingga ke berbagai wilayah, menjangkau masyarakat yang membutuhkan menjelang hari raya.

Menurut Faridun, esensi berbagi terletak pada niat dan ketulusan, bukan pada besar kecilnya pemberian. “Kuncinya kita ada niat untuk berbagi, karena dari situ kita belajar untuk tidak hanya melihat diri sendiri, tetapi juga peduli pada orang lain,” jelasnya.

Pemanfaatan media sosial juga menjadi strategi penting bagi IMM untuk menyebarkan virus kebaikan dan menginspirasi "kaum rebahan" agar ikut bergerak dalam aksi sosial. Faridun menjelaskan bahwa dokumentasi kegiatan di media sosial bukanlah untuk pamer, melainkan sebagai bentuk edukasi dan pemacu semangat bagi kader-kader lain di pelosok NTT.

Baginya, Ramadan adalah garis finis dari perjalanan spiritual selama sebelas bulan sebelumnya, di mana setiap aktivitas kebaikan akan dicatat sebagai pahala yang berlipat ganda. Menjelang Idul Fitri, kehadiran anak muda di tengah masyarakat yang membutuhkan menjadi oase yang memberikan harapan dan kebahagiaan nyata bagi mereka yang kurang beruntung.

Ia juga menekankan bahwa semangat berbagi tidak boleh berhenti hanya di bulan Ramadan saja. “Berbagi jangan hanya di bulan suci Ramadan, tapi di 11 bulan lainnya pun itu sangat penting,” pesannya, seraya mengajak generasi muda untuk terus membangun kepedulian sosial.

Di akhir Ramadan, berbagi menjadi cara sederhana namun bermakna untuk menutup perjalanan spiritual dengan kebaikan. Harapannya, nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan dapat terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menutup perjumpaan, Faridun mewakili seluruh kader IMM menyampaikan permohonan maaf serta ucapan selamat menyambut Idul Fitri 1447 H bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Semangat berbagi yang telah terpupuk selama bulan suci ini diharapkan tetap hidup dan menjadi karakter yang melekat dalam diri generasi muda ke depannya. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....