Menjelang Idulfitri 2026, Ini Waktu Mudik Favorit Masyarakat Indonesia
- 16 Mar 2026 08:52 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Menjelang Idulfitri, masyarakat Indonesia rutin melakukan mudik untuk menjaga silaturahmi dengan kerabat di kampung halaman. Meski menjadi tradisi yang dinanti, lonjakan volume kendaraan di berbagai jalur transportasi sering kali tidak terhindarkan.
Guna mengantisipasi kemacetan yang melelahkan, pemilihan waktu perjalanan yang tepat pun menjadi strategi utama bagi para pemudik. Preferensi waktu mudik masyarakat Indonesia telah dipetakan melalui survei GoodStats bertajuk "Pola Perilaku Masyarakat Saat Ramadan dan Idulfitri 2026".
Berdasarkan jajak pendapat terhadap 1.000 responden (usia 19–55 tahun) yang dilakukan pada pertengahan Februari 2026, ditemukan kecenderungan untuk berangkat lebih awal. Data menunjukkan bahwa mayoritas publik, yakni sebesar 62,1%, merencanakan kepulangan mereka pada kurun waktu H-4 hingga H-2 menjelang Lebaran.
Strategi mudik lebih awal tampaknya makin diminati, di mana hasil riset GoodStats mencatat sebanyak 29,7% masyarakat memilih pulang kampung antara H-7 sampai H-4 Lebaran. Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak orang kini lebih sadar untuk menghindari kemacetan parah.
Dengan berangkat lebih awal, para pemudik berharap bisa menempuh perjalanan yang lebih nyaman sebelum volume kendaraan mencapai puncaknya di hari-hari terakhir menjelang Lebaran. Di sisi lain, tercatat sebesar 19,6% responden memilih mudik pada H-3, dan 12,8% lainnya merencanakan keberangkatan pada H-2.
Akumulasi data menunjukkan bahwa rentang H-4 hingga H-2 menjadi jendela waktu favorit karena dianggap menawarkan arus lalu lintas yang lebih stabil serta minim risiko kemacetan ekstrem. Secara kalender, periode primadona ini bertepatan dengan tanggal 16 hingga 20 Maret 2026.
Walaupun mayoritas memilih berangkat awal, sebagian pemudik tetap setia dengan jadwal yang mepet. Sebanyak 10,8% responden berencana pulang pada H-1, dan 9,8% lainnya memilih berangkat saat hari H Lebaran tiba.
Menariknya, GoodStats juga mencatat tren "mudik susulan" setelah hari raya, di mana 17,3% responden baru akan melakukan perjalanan pada periode H+ Lebaran. Masyarakat yang memilih mudik "menit terakhir" umumnya hanya menempuh jarak perjalanan yang relatif singkat.
Keuntungannya, arus lalu lintas pada hari Lebaran biasanya sudah jauh lebih landai karena sebagian besar orang telah tiba di kampung halaman. Hal ini membuktikan bahwa strategi mudik setiap orang bersifat sangat personal. Ada yang rela berangkat jauh-jauh hari demi kenyamanan, namun ada pula yang harus menyesuaikan keberangkatan dengan jarak tempuh serta kesibukan pekerjaan. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....