Prof Reiner Lerik Sebut Pentingnya Proses Berpikir dalam Beriman

  • 04 Mar 2026 18:54 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Dialog pengantar berbuka puasa di RRI Pro 1 Kupang menghadirkan refleksi mendalam tentang hubungan iman dan ilmu pengetahuan. Narasumber dari akademisi, Prof. Reiner Ishaq Lerik menegaskan bahwa Al-Qur’an mengajak manusia beriman melalui proses berpikir dan kesadaran akal.

“Fa’lam annahu la ilaha illallah, maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Jadi sebelum mengucapkan la ilaha illallah, berilmulah dulu,” ujarnya dalam siaran, Selasa 4 Maret 2026.

Menurutnya, wahyu yang diturunkan kepada Muhammad tidak hanya berisi perintah menyembah Allah semata. Di dalamnya terdapat isyarat-isyarat yang mendorong manusia menggunakan akal nurani untuk mengenal tanda-tanda kebesaran-Nya.

Prof. Reiner yang juga guru besar Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik (FST), Universitas Nusa Cendana (Undana) menjelaskan bahwa manusia memang tidak dapat melihat hakikat atau zat Allah secara langsung. Namun, keberadaan-Nya dapat dipahami melalui tanda-tanda kekuasaan dan karunia yang terhampar di alam semesta.

Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an bukanlah kitab sains dalam pengertian teknis modern. Meski demikian, kitab suci itu mengandung isyarat-isyarat kebenaran ilmiah yang terus relevan sepanjang zaman.

“Al-Qur’an bukan buku kumpulan sains. Tetapi di dalamnya ada isyarat ilmu pengetahuan yang akhirnya terbukti secara ilmiah seiring kemajuan peradaban manusia,” katanya.

Prof. Reiner mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat tradisi keilmuan. Ia menekankan pentingnya keimanan yang dibangun di atas fondasi ilmu akan melahirkan generasi yang religius sekaligus rasional. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....