Tetap Produktif Tips Puasa Sehat Ala Gen Z di tengah Padatnya Aktivitas

  • 04 Mar 2026 16:17 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah padatnya aktivitas generasi muda selama Ramadan, mulai dari kuliah, pekerjaan, hingga kegiatan organisasi, isu kesehatan saat berpuasa menjadi perhatian penting. Melalui siaran Sehat Bersama Dokter di Pro2 RRI Kupang pada, Senin, 2 Maret 2026, dr. Norman Weky, membagikan edukasi medis tentang bagaimana puasa tetap aman dijalani meski aktivitas sedang tinggi-tingginya.

Menurut dr. Norman, tubuh anak muda pada dasarnya cukup kuat beradaptasi dengan pola puasa, apalagi jika sudah terbiasa sejak kecil. “Sebenarnya tubuh kita sudah beradaptasi, terutama Gen Z yang berada di usia produktif, jadi puasa tetap aman selama kebutuhan cairan terpenuhi,” katanya.

Ia menambahkan, delapan hingga dua belas jam pertama puasa membuat metabolisme tubuh meningkat sehingga rasa lapar dan emosi lebih mudah muncul. “Yang paling penting ketika berbuka adalah memenuhi kebutuhan cairan terlebih dahulu, sebaiknya mulai dengan air hangat lalu makanan manis secukupnya,” ujarnya.

Untuk mencegah dehidrasi, dr. Norman membagikan rumus 2-4-2, yakni dua gelas air saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Ia juga mengingatkan agar tidak berlebihan mengonsumsi minuman manis viral karena dapat membuat tubuh terbiasa dengan kadar gula tinggi dan memicu gangguan metabolisme jangka panjang.

Selain hidrasi, pemilihan menu sahur juga menentukan ketahanan energi sepanjang hari, di mana karbohidrat kompleks seperti ubi atau jagung sangat disarankan karena memberikan rasa kenyang lebih lama. dr. Norman juga mengingatkan agar para anak muda tidak memaksakan diri jika tubuh sudah menunjukkan sinyal bahaya seperti keringat dingin atau rasa ingin pingsan.

Dr. Norman juga menyoroti terkait kebiasaan begadang yang kerap dilakukan anak muda juga menjadi sorotan karena berisiko menurunkan daya tahan tubuh saat puasa. Kurang tidur ditambah melewatkan sahur dapat memicu asam lambung naik, tekanan darah menurun, hingga rasa pusing dan lemas di siang hari.

Selain itu, dalam pencernaan, puasa ternyata bisa menjadi sarana penyembuhan bagi penderita GERD karena melatih pola makan yang lebih teratur dan mencegah produksi asam lambung berlebih. dr. Norman menambahkan, "Puasa membantu lambung supaya tidak mengeluarkan asam lambung berlebihan, asalkan penderita tetap mengonsumsi obat saat sahur dan berbuka."

Sebagai investasi masa depan, menjalankan pola puasa yang sehat sejak muda terbukti dapat menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol tetap stabil hingga usia senja. Dengan kombinasi nutrisi yang tepat dan olahraga ringan saat ngabuburit, ibadah puasa bukan lagi penghalang, melainkan penunjang produktivitas bagi generasi muda.

Sebagai penutup, dr. Norman menegaskan bahwa puasa yang dijalani dengan pola sehat sejak muda membawa manfaat jangka panjang bagi tubuh. “Kalau sejak usia muda sudah membiasakan puasa dengan pola makan seimbang dan olahraga, saat usia 40–50 tahun tekanan darah, gula darah, dan kolesterol cenderung tetap stabil,” tutupnya, seraya mengajak generasi muda untuk tidak memaksakan diri jika tubuh sudah memberi tanda bahaya seperti keringat dingin dan hampir pingsan. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....