Menembus Batas, Dai 3T Hadirkan Spirit Ramadan di Pelosok
- 26 Feb 2026 21:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ramadan menjadi momentum istimewa untuk memperkuat nilai keimanan, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian, termasuk bagi para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Di daerah dengan akses terbatas dan tantangan geografis yang berat, kehadiran dai bukan sekadar menyampaikan ceramah, tetapi juga membangun kedekatan, memberikan pendampingan spiritual, serta menumbuhkan harapan bagi masyarakat di pelosok.
Hal tersebut disampaikan Iwan Usman Pewa, S.Sos, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, dalam Program Obrolan KURMA di RRI Kupang, Kamis, 26 Februari 2026. Ia menjelaskan bahwa program Da’i 3T merupakan inisiatif nasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengirimkan ribuan dai ke berbagai wilayah 3T selama Ramadan guna memastikan pembinaan keagamaan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Iwan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun ini menerima kuota 96 dai yang tersebar di 11 kabupaten. Mereka menghadapi tantangan beragam, mulai dari jarak tempuh yang jauh, akses transportasi laut di wilayah kepulauan, hingga keterbatasan sarana ibadah.
Meski demikian, semangat untuk menghadirkan “nutrisi iman” tetap menjadi prioritas utama. Ia menambahkan, tantangan dakwah tidak hanya terjadi di pelosok. Di wilayah perkotaan seperti Kupang, penyuluh agama juga menghadapi persoalan sosial yang kompleks.
Pembinaan dilakukan melalui majelis taklim, pesantren kilat, serta pendampingan warga binaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan, dengan pendekatan spiritual dan psikologis. Melalui program ini, pemerintah menunjukkan komitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang merata.
Iwan pun mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri, memperkuat pengendalian diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama agar semangat ibadah tidak berhenti hanya di bulan suci.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....