Walikota Kupang Tekankan Toleransi saat Tinjau UMKM Takjil
- 24 Feb 2026 12:48 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa keberadaan UMKM takjil Ramadan di depan Gereja Katedral Kristus Raja merupakan wujud nyata kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kota Kupang. Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat mendampingi Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri dalam peninjauan lokasi UMKM takjil Ramadan di kawasan tersebut, Senin, 23 Februari 2026.
“Pokoknya ini adalah bentuk kerukunan antar umat beragama, bentuk toleransi yang indah di Kota Kupang. Di sini ada Gereja Katedral Kristus Raja, tetapi di depannya diberikan ruang bagi teman-teman Muslim untuk berjualan takjil. Inilah kenapa kerukunan di Kota Kupang selalu menjadi kekuatan, bukan menjadi penghalang,” ujar Wali Kota.
Ia juga menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan keagamaan menjelang perayaan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan tertib. Menurutnya, kondisi Kota Kupang selama ini terpantau kondusif.
“Kita berharap semuanya berlangsung aman, nyaman, tertib. Hari-hari ini bisa kita lihat sendiri, semua berjalan dengan baik,” katanya menambahkan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan pendapatan. Salah seorang pelaku UMKM, Mama Mega, mengaku senang atas kunjungan Wali Kota dan rombongan kementerian ke lapaknya.
“Senang, kita senang. Bapaknya merakyat betul, datang langsung ke sini. Semua dikunjungi, bahkan ada yang beliau beli,” ujar Mega.
Ia menyebut Wali Kota sempat berbelanja di lapaknya dengan nominal Rp20 ribu, sementara di lapak lain terdapat pembelian hingga Rp40 ribu dan Rp50 ribu. Mega berharap perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM dapat terus berlanjut.
“Terima kasih Bapak Wali dan Bapak Kementerian sudah berkunjung ke lapak kami, sudah peduli sama kami walaupun sekecil apa pun. Semoga ke depan bisa lebih diperhatikan lagi, mungkin bisa dibantu dengan modal,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menjadi simbol harmonisasi kehidupan beragama di Kota Kupang, di mana ruang publik dapat dimanfaatkan bersama secara damai, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....