Harga Daging Sapi Masih Normal, Pedagang Prediksi Naik jelang Idulfitri

  • 24 Feb 2026 11:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Sejumlah daerah di luar Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan mengalami kenaikan harga bahan pokok seperti daging sapi, bawang, dan telur menjelang Ramadan. Namun, kondisi berbeda terpantau di Kota Kupang. Berdasarkan pemantauan RRI Kupang di Pasar Naikoten, harga daging sapi masih relatif stabil.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Naikoten, Yeremias, mengakui hingga saat ini harga masih dalam batas normal. Ia memperkirakan kenaikan harga baru akan terjadi saat mendekati puncak perayaan Idulfitri.

“Kalau untuk harga daging sekarang masih normal. Biasanya naik itu di puncak Idulfitri,” ujar Yeremias saat ditemui RRI.CO.ID di lapaknya Jumat, 20 Februari 2026.

Menurutnya, kenaikan harga daging sapi merupakan pola tahunan yang kerap terjadi saat hari besar keagamaan. Ia menyebut harga bisa mencapai Rp170 ribu per kilogram saat permintaan meningkat tajam.

“Harga itu biasanya naik sampai dengan 170 ribu per kilo, dan naiknya di puncak Hari H, seperti Natal dan Tahun Baru kemarin. Tapi memang setiap tahun itu pasti naik,” katanya menjelaskan.

Hal serupa disampaikan Tari, salah seorang pembeli yang tengah menjalankan ibadah puasa di Kota Kupang. Sebagai anak rantau yang merayakan Ramadan di NTT, ia menilai kenaikan harga tahun ini masih dalam batas wajar dan belum terlalu signifikan.

“Kalau untuk wilayah NTT, menjelang Ramadan biasanya memang ada kenaikan harga, tapi tahun ini kenaikannya relatif masih dalam batas wajar, tidak terlalu melonjak drastis,” ucap Tari.

Ia menjelaskan beberapa komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, dan daging sapi memang mengalami kenaikan karena meningkatnya permintaan masyarakat saat Ramadan. Meski demikian, stok bahan pokok dinilai masih cukup tersedia.

Tari juga menyoroti faktor cuaca yang belakangan cukup memengaruhi distribusi barang di NTT. Curah hujan yang tinggi berdampak pada kelancaran distribusi, terutama ke wilayah kepulauan dan daerah dengan akses jalan terbatas. Selain itu, hasil pertanian seperti sayur-mayur di beberapa wilayah turut terdampak akibat kondisi cuaca.

“Distribusi barang sedikit terhambat, terutama ke daerah kepulauan. Hasil pertanian juga ada yang berkurang kualitasnya. Jadi faktor cuaca ikut memengaruhi pasokan, meskipun bukan penyebab utama lonjakan harga,” katanya.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, Tari menilai harga tahun ini sedikit lebih tinggi, namun tidak signifikan. Kenaikan tersebut lebih dipengaruhi oleh biaya distribusi dan transportasi antar pulau yang memang relatif tinggi di NTT, serta kenaikan harga dari daerah pemasok di luar NTT.

Ia berharap pemerintah daerah terus melakukan pengawasan agar stabilitas harga tetap terjaga hingga Idulfitri. “Harapannya pemerintah bisa mengontrol distribusi, melakukan operasi pasar jika perlu, dan memastikan stok tetap aman sampai Idulfitri. Masyarakat juga diharapkan tidak panic buying supaya harga tetap stabil,” katanya.

Baik Yeremias maupun Tari berharap kondisi cuaca tetap bersahabat dan harga bahan pokok tidak mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga yang berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....