Sejarah Ketupat Selalu Ada Setiap Lebaran
- 29 Mar 2025 12:23 WIB
- Kupang
KBRN, Sumba : Ketupat adalah makanan khas yang selalu hadir dalam berbagai perayaan di Indonesia, terutama saat Idul Fitri dan Idul Adha. Hidangan berbentuk anyaman ini memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan budaya dan tradisi masyarakat Nusantara.
Sejarah ketupat dipercaya berasal dari ajaran Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa. Ia mengenalkan ketupat sebagai simbol kebersihan hati dan kesempurnaan setelah beribadah di bulan Ramadan.
Kata "ketupat" sendiri berasal dari bahasa Jawa kupat, yang berarti ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan utama: puasa, salat, zakat, dan silaturahmi). Selain memiliki makna religius, ketupat juga melambangkan kebersamaan dan kemakmuran.
Anyaman daun kelapa yang membungkus beras melambangkan keterikatan sosial, sementara nasi yang matang di dalamnya melambangkan kesempurnaan setelah melalui proses perjuangan. Ketupat tidak hanya ditemukan dalam perayaan Idul Fitri, tetapi juga dalam berbagai tradisi adat di Indonesia, seperti acara selamatan dan syukuran. Hal ini menunjukkan bahwa ketupat telah menjadi simbol budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Karena nilai historis dan filosofisnya yang mendalam, ketupat tetap menjadi bagian penting dalam setiap perayaan. Lebih dari sekadar makanan, ketupat adalah simbol persatuan, kebersihan hati, dan rasa syukur yang terus dijaga oleh masyarakat Indonesia. (OD)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....