Mengapa Argentina Menjadi Tim Paling Disorot dan Dibenci di Media Sosial?
- 19 Jul 2026 18:20 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai juara bertahan. Namun, alih-alih hanya mendapat dukungan, La Albiceleste justru menjadi salah satu tim yang paling banyak menerima kritik, cibiran, bahkan kebencian di media sosial seperti X, TikTok, Instagram, hingga Reddit.
Fenomena tersebut tidak muncul tanpa alasan. Berbagai kontroversi, keputusan wasit, hingga rivalitas antarpendukung membuat nama Argentina terus menjadi perbincangan. Meski demikian, penting dipahami bahwa sebagian besar tudingan yang beredar merupakan opini atau persepsi publik, bukan fakta yang telah dibuktikan oleh FIFA.
Salah satu penyebab terbesar munculnya gelombang kritik adalah anggapan bahwa Argentina mendapat perlakuan istimewa dari FIFA.
Setelah beberapa pertandingan kontroversial, terutama saat menghadapi Mesir, media sosial dipenuhi unggahan yang menuduh keputusan VAR dan wasit lebih banyak menguntungkan Argentina. Tagar yang menyebut turnamen telah "diatur" agar Lionel Messi kembali melaju jauh menjadi viral di berbagai platform.
Namun hingga saat ini, tidak ada bukti resmi maupun keputusan FIFA yang menyatakan adanya pengaturan pertandingan atau keberpihakan kepada Argentina. Tuduhan tersebut lebih banyak berkembang sebagai teori dan opini yang menyebar di media sosial.
Beberapa pertandingan Argentina memunculkan perdebatan panjang mengenai penggunaan VAR.
Pendukung lawan menilai beberapa keputusan penting lebih menguntungkan Argentina. Bahkan pelatih Mesir secara terbuka mengkritik kepemimpinan wasit setelah pertandingan yang berakhir dramatis.
Kontroversi seperti ini membuat jutaan pengguna media sosial ramai membahas setiap keputusan pertandingan, sehingga Argentina menjadi pusat perhatian, baik dari pendukung maupun para pengkritiknya.
Dalam dunia olahraga, juara bertahan hampir selalu menjadi sasaran utama.
Banyak penggemar netral cenderung mendukung tim yang dianggap "underdog". Sebaliknya, tim yang sedang mendominasi sering menjadi sasaran kritik karena dianggap terlalu kuat atau terlalu sering menang.
Fenomena ini bukan hanya terjadi pada Argentina, tetapi juga pernah dialami Spanyol, Jerman, Prancis, bahkan Brasil pada era kejayaannya.
Persaingan panjang antara penggemar Messi dan Cristiano Ronaldo ikut memperbesar perdebatan di media sosial. Hampir setiap kemenangan Argentina memunculkan perang komentar yang melibatkan jutaan pendukung kedua pemain.
Akibatnya, kritik terhadap Argentina sering kali bercampur dengan rivalitas individu antara dua legenda sepak bola tersebut
Argentina juga mendapat sorotan karena beberapa kontroversi di luar pertandingan. Salah satunya adalah aksi sejumlah pemain yang membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" setelah pertandingan melawan Inggris. Aksi tersebut memicu kritik karena dianggap membawa isu politik ke dalam ajang olahraga dan membuat FIFA melakukan peninjauan disipliner.
Sebagian pengguna media sosial juga mengkritik perilaku sebagian pemain maupun oknum pendukung Argentina yang dianggap arogan. Selain itu, isu rasisme yang pernah mencuat dalam beberapa kesempatan kembali diangkat oleh warganet sebagai alasan untuk tidak mendukung Argentina.
| Baca juga: RRI SP Rote Semarakkan Piala Dunia |
Meski demikian, penting dibedakan bahwa kritik tersebut umumnya ditujukan kepada tindakan individu atau kelompok tertentu, bukan dapat digeneralisasi kepada seluruh pemain maupun seluruh masyarakat Argentina.
Algoritma media sosial cenderung mengangkat konten yang memicu emosi tinggi. Konten yang berisi kemarahan, kontroversi, atau tuduhan biasanya memperoleh lebih banyak interaksi dibandingkan pembahasan yang netral.
Akibatnya, narasi bahwa "semua orang membenci Argentina" bisa terlihat jauh lebih besar daripada kenyataannya. Di saat yang sama, Argentina juga tetap memiliki jutaan pendukung di seluruh dunia yang terus memberikan dukungan kepada Lionel Messi dan rekan-rekannya.
Argentina memang menjadi salah satu tim yang paling banyak menuai sentimen negatif dan kontroversi di media sosial selama Piala Dunia 2026. Penyebabnya beragam, mulai dari tuduhan keberpihakan wasit dan FIFA, kontroversi VAR, rivalitas Lionel Messi dengan Cristiano Ronaldo, status sebagai juara bertahan, hingga berbagai isu di luar lapangan.
Namun, hingga saat ini tidak ada bukti resmi yang menunjukkan FIFA mengatur pertandingan demi menguntungkan Argentina. Sebagian besar narasi yang beredar merupakan persepsi, opini, atau teori yang berkembang di media sosial. Karena itu, penting bagi pembaca untuk membedakan antara fakta yang telah terverifikasi dengan klaim yang masih menjadi perdebatan publik.(TP)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....