Ombudsman Perwakilan NTT Monitoring Penyesuaian atas IPP
- 09 Feb 2026 15:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kegiatan monitoring mengenai penyesuaian atas pungutan Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Gubernur NTT Nomor 53 Tahun 2025 tentang Pendanaan Pendidikan pada SMA, SMK, dan SLB di Provinsi NTT, Jumat (6/2) di SMK Negeri 6 Kupang.
Adapun kegiatan dimaksud dihadiri oleh Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, dan SMK Negeri 6 Kupang.
Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi NTT Hendryk Adoe, menyampaikan bahwa penyesuaian atas pungutan IPP pada SMK Negeri 6 Kupang masih dalam tahapan finalisasi oleh Sekolah berupa melakukan verifikasi oleh Tim Verifikasi guna selanjutnya hasil verifikasi segera ditetapkan oleh Sekolah.
"Saat ini, pihak Sekolah telah berkomitmen untuk merampungkan hasil verifikasi sampai pelaporannya paling lambat bulan Februari 2026", jelasnya.
Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ayub Sanam, menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT telah menyusun Petunjuk Teknis mengenai Pengeluaran, Pengelolaan dan Pertanggungjawaban IPP di SMA, SMK, dan SLB yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi NTT.
" Tahapan sosialisasi petunjuk teknis dimaksud segera disampaikan kepada seluruh SMK Negeri di Provinsi NTT melalui sosialisasi secara daring, sebelum didistribusikan kepada SMK Negeri di Provinsi NTT", ujar Ayub Sanam.
Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi NTT berharap agar penyesuaian atas pungutan IPP di SMA, SMK, dan SLB di Provinsi NTT segera diselesaikan dalam waktu yang tidak lama oleh Satuan Pendidikan sebagaimana diatur dalam Pergub NTT Nomor 53 Tahun 2025.
"Kami berharap agar penyesuaian atas pungutan IPP di SMA, SMK, dan SLB di Provinsi NTT sebagaimana Pergub NTT Nomor 53 Tahun 2025 segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut oleh Satuan Pendidikan", kata Hendryk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....