Max Verstappen Akan Hadapi 100 Pembalap dalam Ajang Karting Live di Silverstone

  • 29 Agt 2026 15:56 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Max Verstappen akan memulai start dari posisi paling buncit untuk menyalip 100 pesaing dalam ajang gokart unik di Silverstone pada 16 September 2026b mendatang.
  • Ajang ini akan disiarkan secara global di Disney+ dengan menyajikan telemetri real-time, pelacakan drone, grafis bergaya gim, serta dipancarluaskan melalui radio pembalap.
  • Tampil dalam ajang ‘Max vs 100’, grid balapan akan diramaikan oleh deretan kreator konten, selebriti, penggemar terpilih, dan atlet Red Bull.

RRI.CO.ID, Kupang - Sirkuit Silverstone akan menggelar ajang balap unik bertajuk “Max Vs. 100” pada 16 September 2026 yang menampilkan Max Verstappen sebagai sorotan utama. Sang juara dunia F1 empat kali ini bakal start dari urutan terbawah dalam grid 101 gokart dan harus berjuang melewati 100 pesaing yang terdiri dari kombinasi atlet profesional, pembuat konten populer, serta penggemar beruntung.

Event perdana ini disiarkan secara langsung ke seluruh dunia lewat Disney+ dan aplikasi ESPN dengan pemandu acara komedian Mo Gilligan, sementara tayangan tunda televisi untuk wilayah AS tersedia di ESPN2 pada hari yang sama. Ajang berskala besar ini mengajak Verstappen bernostalgia ke awal kariernya melalui lintasan gokart khusus yang dibangun di Sirkuit Silverstone.

Desainer asal Prancis, David Terrien, merancang tata trek tak biasa tersebut dan mengungkapkan bahwa memuat kart dua kali lipat dari kapasitas normal menuntut pendekatan desain yang segar. Ajang ini lebih menitikberatkan pada keterampilan mengemudi dan strategi mengatasi kemacetan di lintasan dibanding sekadar adu kencang.

Dalam sesi uji coba dengan 50 peserta, pembalap simulasi Red Bull Sebastian Job mengakui bahwa melakukan aksi menyalip beruntun dalam durasi terbatas merupakan tantangan yang sangat berat, padahal jumlah pembalap saat simulasi baru separuh dari target utama. Menghadapi deretan pesaing yang begitu banyak menuntut Max Verstappen untuk kembali mengandalkan fondasi balap yang digelutinya sejak umur empat tahun.

Sebelum menembus ajang Formula 1 pada 2015, ia sukses mendominasi kejuaraan gokart tingkat nasional maupun internasional serta menyabet deretan gelar juara Eropa dan dunia. Walau sudah lebih dari sepuluh tahun berkarier di balapan mobil tunggal, pembalap kawakan ini optimistis mampu beradaptasi cepat karena teknik dasar saat start, bertahan, hingga menyalip memiliki prinsip yang sama di seluruh jenis balapan.

Perjuangannya makin menarik karena harus berhadapan dengan nama-nama tenar seperti pelari ultramaraton Arda Saatçi, pembalap sepeda gunung Matt Jones, pelatih tembakan basket Chris Matthews, hingga para pembuat konten populer macam TheGrefg, Caedrel, dan TheDonato. Saat ditanya soal hal yang paling dinanti, sang juara F1 dengan santai mengaku penasaran ingin melihat langsung keseruan dan kekacauan yang akan terjadi di lintasan. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....