Dubes Australia Apresiasi Prestasi Atlet Cricket SKO Flobamorata

  • 02 Agt 2026 16:59 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Duta Besar Australia untuk Indonesia, Mr. Roderick Brazier, menyampaikan kekagumannya terhadap semangat dan potensi para siswa Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang saat melakukan kunjungan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, di SKO Flobamorata Kupang, Kompleks Stadion Oepoi Kupang, Sabtu 1 Agustus 2026. Kunjungan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan Indonesia dan Australia, khususnya melalui kerja sama pengembangan pendidikan, kepemudaan, dan olahraga.

Dalam sambutannya, Rod Brazier mengatakan bahwa kemitraan kedua negara terus diperkuat melalui Australian Volunteers Program (AVP), sebuah program penempatan tenaga relawan yang telah berjalan sejak 2017. Program itu melibatkan berbagai mitra di Nusa Tenggara Timur untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, termasuk di bidang olahraga.

Menurutnya, kerja sama tersebut telah memberikan dampak nyata bagi perkembangan olahraga cricket di Indonesia. Berbagai pelatihan, pendampingan pelatih, hingga pembinaan atlet muda menjadi bagian penting dari upaya mencetak generasi olahraga yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

"Saya senang sekali bisa berkunjung ke SKO Kupang. Kunjungan ini mencerminkan eratnya hubungan Australia dan Indonesia melalui kemitraan dalam penempatan tenaga relawan yang didukung penuh Australian Volunteers Program," ujar Rod Brazier di hadapan para siswa, guru, pengurus Persatuan Cricket Indonesia (PCI), serta jajaran Pemerintah Provinsi NTT.

Ia mengaku terkesan melihat antusiasme para siswa SKO Flobamorata yang dinilai memiliki semangat tinggi untuk berprestasi. Menurutnya, potensi yang dimiliki para atlet muda tersebut merupakan modal berharga bagi masa depan olahraga Indonesia, khususnya cabang cricket yang kini terus berkembang di berbagai daerah.

Rod Brazier juga memberikan apresiasi kepada tiga atlet cricket asal NTT yang berhasil menembus Tim Nasional Indonesia. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di daerah mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang siap mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang.

Selain itu, ia menyampaikan penghargaan kepada Ketua Umum Cricket Indonesia, Ketua Cricket NTT, serta seluruh pihak yang telah mendukung kehadiran pelatih asal Australia, Nicolene Snyman, melalui Australian Volunteers Program. Dukungan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet cricket di NTT.

Momentum kunjungan itu juga diwarnai dengan rasa bangga Rod Brazier atas terpilihnya Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan peluang besar untuk mempercepat pembangunan olahraga, memperkuat pembinaan atlet, sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat Indonesia.

Ia berharap hubungan Australia dan Indonesia di bidang olahraga, khususnya cricket, terus berkembang dan melahirkan lebih banyak kolaborasi yang berdampak nyata bagi generasi muda. Melalui pertukaran pengetahuan, pendampingan pelatih, serta penguatan pembinaan atlet usia dini, kedua negara diyakini dapat bersama-sama membangun masa depan olahraga yang lebih maju dan berprestasi.

Kunjungan Duta Besar Australia ke SKO Flobamorata Kupang pun menjadi lebih dari sekadar agenda diplomatik. Kehadiran tersebut memperlihatkan komitmen nyata dalam mempererat persahabatan kedua negara melalui olahraga, sekaligus memberikan motivasi kepada para atlet muda NTT untuk terus berlatih, mengejar prestasi, dan membawa nama Indonesia bersinar di panggung internasional.

Sekertaris Jendetral Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia, Dr. Albert W. Aldrian Tangkudung, M.Pd pada kesempatan yang sama menyampaikan, hadirnya Sekolah Keberbakatan Olahraga di Kota Kupang yang di dalamnya ada Cricket, ia sangat berharap para atlet semakin habet prestasinya, sebagai bentuk dungan kepada pemerintah NTT, tidak saja olahraga pendidikan tetapi juga olahraga prestasi dan sport tourism. “Saya berharap kedepannya ade-ade semua akan bermain di tim nasional cricket,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Provinsi PCI Nusa Tenggara Timur, Dr. Inche D.P. Sayuna, S.H., M.Hum., M.Kn dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Cricket di NTT memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan Australia. Berawal dari pembinaan oleh Bruce Christie pada tahun 2008.

Saat ini cricket menjadi cabang olahraga beregu super prioritas di NTT. Menurutnya, hasil pembinaan yang telah berjalan tidak hanya melahirkan atlet Timnas, tetapi juga mencetak pelatih-pelatih asal NTT yang saat ini melatih dan memperkuat cricket di seluruh Indonesia.

“Kami juga mengucapkan terimakasih atas bantuan Pemerintah Australia melalui program ralwan atau Australian Volunteers Program (AVP), menghadirkan pelatih asal Australia bernama Nicolene Snyman. Kehadirannya selama enam (6) bulan di SKO sangat berdampak positif bagi atlet kami,” kata Inche Sayuna.

“Kami sangat berharap masa penugasan Susi Nicolene dapat diperpanjang. Dan jika memungkinkan disetujui penambahan satu relawan lagi untuk makin memperkuat tim NTT,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga, Ketum PCI NTT Inche Sayuna menyampaikan, PCI NTT bekerjasama dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, sementara membangun Stadion Cricket berstandar Internasional diatas lahan seluas 6 hektare. Kawasan tersebut yang terletak di Tanah Merah, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang ini terdiri dari 3 (tiga) lapangan, 2 (dua) outdoor dan 1 (satu) indoor.

“Target kami adalah merampungkan Lapangan 1 pada Tahun 2026 untuk persiapan PON. “Kawasan ini juga berkonsep Sport Tourism, di mana kami menyiagakan dua unit kapal untuk mengajak para pemain berlayar dan memancing di pulau-pulau kecil sekitar NTT,” kata Inche.

Cricket NTT juga merencanakan akan menggelar sebuah even persahabatan berskala internasional antara Indonesia, Australia, Timor Leste, dan India pada Juli 2027. “Kami berharap yang Mulai Duta Besar Australia berkenan hadir kembali pada juli tahun depan untuk meresmikan lapangan ini sekaligus membuka turnamen tersebut,” tutur Inche menutup sambutannya di SKO Flobamorata Kupang.

Turut hadir dalam kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Mr. Roderick Brazier Kepala Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Hilarius Da Silva, SE, M.Sc. Dev., Sekertaris PCI NTT, Drs. Ambo bersama jajaran Pengurus dan Pelatih PCI NTT, Wakil Ketua I PCI Kota Kupang, Frengki Amalo, S.Sos., MM., Kepala SKO Kupang Hironimus Pati, S.Pd., M.M. (at)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....