NTT-NTB Resmi Kantongi SK Tuan Rumah PON XXII 2028
- 24 Jun 2026 18:48 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menerima Surat Keputusan (SK) penetapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Penyerahan SK dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI) Erick Thohir kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) serta perwakilan DKI Jakarta sebagai provinsi penyangga di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.
Ketua Koni NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang dihubungi RRI di Kupang membenarkan hal tersebut. Ia berharap, SK resmi penetapan Tuan Rumah PON bersama NTB dan DKI Jakarta sebagai Penyangga, terus berproses demi kelancaran persiapan di daerah.
SK tersebut juga diumumkan Sekertaris Koni NTT, Alfonsus Theodorus kepada public melalui Humas Koni Nusa Tenggara Timur bersama seluruh Pengurus, pada Selasa 23 Juni 2026. Sementara itu, Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) NTT, Karel Muskanan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada NTT untuk menjadi salah satu penyelenggara ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
| Baca juga: PB POBSI Tantang NTT Berprestasi Global |
"Pertama-tama kami memberikan apresiasi kepada pemerintah dan yang paling utama kami bersyukur kepada Tuhan karena atas rahmat dan kehendak-Nya, hari ini telah dilakukan penyerahan SK tuan rumah PON oleh Menpora kepada Gubernur NTT," ujar Karel. Menurutnya, setelah penyerahan SK, pemerintah daerah harus segera melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan PON 2028.
Langkah pertama yang akan dilakukan menurut Karel adalah, pembentukan Panitia Besar (PB) PON. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT juga akan menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan yang mengatur secara khusus tentang penyelenggaraan PON.
"Setelah itu, kabupaten dan kota yang menjadi tuan rumah akan membentuk peraturan daerah maupun peraturan kepala daerah sebagai dasar hukum penyelenggaraan PON di masing-masing wilayah," ujarnya. Tak hanya itu, Pemprov NTT juga akan menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) terkait standar biaya dan berbagai ketentuan teknis lainnya guna mendukung pelaksanaan pesta olahraga nasional tersebut.
| Baca juga: Gubernur NTT Lantik Pengurus KONI TTS Baru |
Karel menambahkan, dalam waktu dekat pemerintah juga akan menyiapkan desain maskot resmi PON 2028. Maskot tersebut nantinya akan menjadi identitas dan media promosi penyelenggaraan PON di NTT.
"Maskot menjadi agenda penting karena akan digunakan untuk menggaungkan PON di NTT. Setelah ditetapkan dan memperoleh hak kekayaan intelektual (HAKI), maskot tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan promosi dan penggalangan dana, seperti pembuatan jersey, merchandise, dan berbagai produk pendukung lainnya," katanya.

Selain itu, koordinasi intensif dengan seluruh kepala daerah di NTT juga akan segera dilakukan guna menyamakan persepsi dan mempercepat persiapan penyelenggaraan. Terkait lokasi pertandingan, Karel menyebut masih bersifat tentatif.
Namun berdasarkan rancangan awal, sejumlah daerah telah diproyeksikan menjadi lokasi pelaksanaan cabang olahraga. Untuk Pulau Timor, venue direncanakan tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Belu, dan Malaka.
Sementara di Pulau Flores, beberapa daerah yang masuk dalam rancangan antara lain Ende, Nagekeo, serta Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat. Adapun di Pulau Sumba, penyelenggaraan cabang olahraga direncanakan berlangsung di Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.
Dengan diterimanya SK tuan rumah tersebut, NTT kini memasuki tahap persiapan besar menuju PON 2028. Pemerintah optimistis ajang olahraga nasional ini tidak hanya menjadi momentum peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah NTT. (js/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....