Sebanyak 83 Pelatih Digembleng di Ende, Awal Kebangkitan Voli NTT

  • 13 Jun 2026 15:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Kebangkitan bola voli Nusa Tenggara Timur tampaknya sedang menemukan titik awal yang baru. Dari Kota Ende, sebanyak 83 pelatih bola voli dari sembilan kabupaten di Flores dan Lembata mengikuti Pelatihan Pelatih Sertifikasi Lisensi Daerah PBVSI NTT Zona Flores-Lembata, sebuah langkah strategis untuk memperkuat fondasi pembinaan olahraga menuju prestasi yang lebih tinggi.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Pondok Bina Ola Ngari, Kabupaten Ende, mencatat antusiasme luar biasa. Jumlah peserta yang mencapai 83 orang hampir dua kali lipat dari target awal yang hanya berkisar 40 hingga 45 peserta.

Tingginya partisipasi ini menjadi sinyal kuat bahwa kesadaran akan pentingnya kualitas pelatih semakin tumbuh di berbagai daerah di NTT. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program besar PBVSI NTT dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kepelatihan sebagai pilar utama pembinaan atlet.

Upaya ini sekaligus menjadi langkah awal dalam mempersiapkan atlet dan sistem pembinaan yang lebih profesional menuju berbagai agenda nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Acara pembukaan dihadiri Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT Winston Rondo, Anggota DPRD Provinsi NTT Ambros Reda, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, pengurus PBVSI Ende, serta tim fasilitator nasional PBVSI NTT.

Ketua Umum PBVSI Kabupaten Ende, Vinsen Sangu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Ende sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh keluarga besar PBVSI Ende untuk terus berkontribusi dalam pengembangan bola voli di NTT.

"Kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai kabupaten di Flores dan Lembata. Semoga pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat kapasitas pelatih, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, dan mempererat persaudaraan antarinsan bola voli NTT," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT Winston Rondo menegaskan bahwa pelatihan ini tidak sekadar bertujuan memberikan sertifikasi, tetapi menjadi bagian dari gerakan besar membangun sistem pembinaan yang lebih profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, kualitas pelatih merupakan faktor utama dalam mencetak atlet berprestasi.

“Awalnya kami hanya menyiapkan kuota sekitar 40 hingga 45 peserta. Namun antusiasme dari Flores dan Lembata sangat luar biasa sehingga jumlah peserta mencapai 83 orang. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan komitmen untuk memajukan bola voli daerah semakin kuat,” kata Winston.

Ia menambahkan, PBVSI NTT sedang membangun standar baru dalam pembinaan olahraga, di mana setiap pelatih yang terlibat dalam kompetisi resmi harus memiliki lisensi dan kompetensi yang memadai. “Kita ingin membangun prestasi melalui sistem yang benar. Atlet yang hebat lahir dari proses latihan yang baik, dan proses latihan yang baik hanya dapat dilakukan oleh pelatih yang terus belajar, meningkatkan kapasitas, dan memiliki standar kompetensi yang jelas,” kata Winston.

Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif PBVSI NTT yang memilih Ende sebagai lokasi pelatihan. Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan dalam membina atlet muda.

“Saya berharap para peserta tidak hanya memperoleh lisensi, tetapi juga mendapatkan ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang dapat diterapkan untuk membina atlet-atlet muda di daerah masing-masing. Pelatih yang baik akan melahirkan atlet yang baik, dan atlet yang baik akan membawa nama NTT ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi penting mulai dari teori kepelatihan modern, metodologi latihan, teknik dan taktik permainan, manajemen tim, hingga praktik lapangan yang dipandu langsung oleh fasilitator nasional PBVSI NTT. Tingginya animo peserta menghadirkan optimisme baru bagi masa depan bola voli NTT. Dari Ende—kota yang memiliki nilai historis penting dalam perjalanan bangsa—semangat membangun pembinaan olahraga yang lebih kuat dan profesional kini mulai bertumbuh.

Sebab prestasi tidak lahir secara instan di podium juara. Prestasi dibangun dari proses panjang, dimulai dari pelatih yang terus belajar, membina, dan menginspirasi.

Dan dari Ende, fondasi kebangkitan bola voli Nusa Tenggara Timur sedang diletakkan dengan kokoh. (DW)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....