Dispora NTT Catatkan Sejarah Baru, Bentuk PLDD untuk Atlet Disabilitas
- 08 Apr 2026 16:23 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga mencatatkan sejarah dan harapan baru kepada Atlet Penyandang Disabilitas di NTT. Catatan sejarah yang dimaksud adalah, membentuk Sentra Pendidikan dan Latihan Disabilitas Daerah (PLDD).
Terbentuknya PLDD menjadi kabar gembira bagi Pengurus, Pelatih, dan Atlet NPCI NTT, bahkan orang tua dan pemerhati atlet disabilitas Nusa Tenggara Timur. Karena catatan NPCI NTT, mereka sudah menanti dalam kurun waktu puluhan tahun, agar dihadirkan sebuah sentra pendidikan dan latihan olahraga kepada Atlet Penyandang Disabilitas.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT melalui Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Hermensen Balo kepada RRI di Stadion Oepoi Kota Kupang, Selasa 7 April 2026 petang usai pembukaan sentra PLDD menyampaikan, salah satu alasan utama Pemerintah membentuk Sentra Pendidikan Latihan Disabilitas Daerah, karena para atlet Penyandang Disabilitas Nusa Tenggarav Timur sudah mencatatkan segudang prestasi. Catatan prestasi tersebut menurut Hermensen Balo, tidak saja di level nasional seperti Pekan Paralimpic Nasional atau Peparnas, Pepapernas (Pekan Paralimpic Pelajar Nasional), akan tetapi hingga Leven Asian Para Games, maupun kejuaraan internasional lainnya.
| Baca juga: PB POBSI Tantang NTT Berprestasi Global |
Salah satu catatan prestasi terakhir altet NPCI NTT berprestasi hingga level Internasional adalah, Alfin Nomleni yang ikut mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi tiga medali emas di Asian Para Games Thailand Tahun 2025. Sebagai awal, ada 17 atlet yang direkrut dan tersebar di tiga cabang olahraga, yakni atletik, tenis meja, dan power lifting.
“Kita harus lihat bahwa mulai dari Peparnas, Asian Para Games, dan even internasional lainnya yang diikuti atlet-atlet Penyadang Disabilitas NTT, mereka memiliki segudang prestasi luar biasa melebihi atlet Non Disabilitas. Ini patut kita apresiasi dan pemerintah perlu menaruh perhatian kepada mereka,” kata Hermensen kepada RRI di Stadion Oepoi Kupang, Selasa 7 April 2026 petang.
“Mereka ini memiliki prestasi melibihi atlet normal, dan kalau mereka tidak mendapat sentra itu masalah besar. Sehingga kita bicara dengan pemerintah, dan pemerintah mengakomudir itu dan memberikan anggaran kepada kita sehingga anggaran itu diberikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga dan cantol di Bidang Pembudayaan Olahraga,” ujarnya lebih lanjut.
| Baca juga: Gubernur NTT Lantik Pengurus KONI TTS Baru |
Mantan atlet tinju Nasional asal NTT ini juga menuturkan, hadirnya PLDD merupakan hal yang wajar dan sudah sepantasnya mereka mendapatkan hak ini, sehingga prestasi mereka lebih bagus lagi. “Karena kemarin lebih dominannya atletik toh, nah sekarang untuk kita menjawab RJMD kita tahun ini kita siapkan tiga cabang olahraga yaitu, atletik, power lifting, dan tenis meja, dengan total 17 atlet,” tuturnya.
Ia merincikan, dari 17 atlet PLDD terbagi atas atlet power lifting sebanyak 2 orang, 2 atlet tenis meja, dan 13 atlet atletik. Dari jumlah tersebut ada atlet inti, dan atlet pendamping atau lapisan kedua, jumlahnya terdiri dari 10 atlet inti, dan 7 atlet pendamping.

Sementara itu, Ketua PLDD NTT, Agus Z.E Petrus menyampaikan, Pendidikan dan Latihan Disabilitas Daerah akan dimulai pada April hingga Oktober 2026. Menurutnya, dalam kurun waktu tujuh bulan penuh, 17 atlet penyandang disabilitas selain berlatih sesuai program kepelatihan, mereka juga akan mengikuti try out ke luar NTT sebagai ajang persiapan Peparnas 2028.
“Harapan kita nanti atlet-atlet ini punya prestasi kedepan, karena NPCI inikan ada Peparnas yah. 2028 target kita di Peparnas itu atlet-atlet kita ini sudah harus berprestasi, karea tujuan kita atau muaranya itu pada Peparnas nanti atlet binaan kita itu semua harus berprestasi,” kata Agus.
Ia juga menyampaikan, dalam proses pembinaan atlet disabilitas di PLDD, akan ada evaluasi rutin karena diterapkan sistem promosi-degradasi, sama seperti atlet non disabilitas. “Jadi itu membuat atlet supaya lebih disiplin, tekun latihan, memantau perkembang atlet melalui tes rutin,” kata Petrus.
Pantauan RRI, pembukaan Desentralisasi Pendidikan dan Latihan Disabilitas Daerah, PLDD Tahun 2026 mendapat sambutan hangat dari Pengurus, Pelatih, dan Atlet, NPCI NTT. Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut, Sekertaris NPCI NTT, Albert Vinsen, sejumlah Pengurus, dan semua Pelatih tiga cabang olahraga yakni, Atletik, Tenis Meja, dan power lifting.
Proses latihan masih bersifat desentralisasi, sambil menunggu perjuangan pembangunan asrama sebagai wadah sentralisasi. (at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....