SOIna NTT Dorong Sukses PESONAS II 2026 di Kupang
- 28 Mar 2026 20:16 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Penunjukan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah Pekan Special Olympic Nasional (Pesonas) II tahun 2026 menjadi momentum penting, tidak hanya dalam dunia olahraga, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan bagi anak-anak penyandang disabilitas intelektual. Hal ini disampaikan Ketua Harian SOIna NTT, Hamdan S. Batjo dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang Jumat, 27 Maret 2026.
Hamdan menjelaskan bahwa Special Olympics merupakan bagian dari gerakan olahraga internasional yang berada di bawah naungan organisasi global, sejajar dengan Olimpiade dan Paralimpiade. Namun, Special Olympics secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dengan disabilitas intelektual, termasuk down syndrome dan tunagrahita, yang membutuhkan perhatian dan pendekatan berbeda dalam pembinaan.
Menurutnya, penunjukan NTT sebagai tuan rumah Pesonas II 2026 merupakan hasil keputusan Musyawarah Nasional tahun 2022, di mana NTT dinilai siap dan proaktif dalam menyatakan kesediaan. Kepercayaan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju event olahraga nasional yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Lebih dari sekadar kompetisi, Hamdan menegaskan bahwa Pesonas merupakan ajang pelayanan dan pemberdayaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. “Ini bukan hanya soal lomba, tetapi bagaimana kita memberi ruang dan perhatian kepada anak-anak luar biasa ini untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa pembinaan atlet disabilitas intelektual memiliki tantangan tersendiri, termasuk standar kompetisi yang berbeda dengan atlet umum. Bahkan dalam beberapa kejuaraan internasional, capaian atlet tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi juga kesesuaian dengan standar waktu khusus yang telah ditetapkan.
Hamdan mengungkapkan bahwa selama ini atlet SOIna NTT telah menorehkan prestasi di berbagai ajang internasional, seperti di Yunani, Australia, Amerika Serikat, hingga Abu Dhabi. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak disabilitas intelektual juga mampu bersaing di level dunia jika mendapatkan pembinaan dan dukungan yang tepat.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat NTT untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Pesonas II 2026. Mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, hingga keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus, diharapkan dapat membuka diri dan memberikan dukungan.
“Kalau bukan kita, siapa lagi. Ini saatnya kita bersama-sama memberikan ruang terbaik bagi anak-anak luar biasa ini,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....